Sunday, 20 September 2026

SCOUTALKS: From Waste to Worth, Saat Pramuka UNM Bertemu dan Bergerak untuk Bumi

SCOUTALKS: From Waste to Worth, Saat Pramuka UNM Bertemu dan Bergerak untuk Bumi


Makassar, 20 September 2026 — UKM Pramuka Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menghadirkan ruang untuk belajar, berbagi, dan membangun kolaborasi melalui kegiatan SCOUTALKS: From Waste to Worth. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian bazar menuju LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026, sekaligus mengangkat isu lingkungan melalui tema “Dari Pramuka untuk Bumi: Mengamalkan Dasa Darma Melalui Aksi.”

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 20 September 2026, mulai pukul 19.30 WITA hingga selesai, bertempat di Café Etika Studio, Jl. Tamalate No. Kav. 8, Karunrung, Makassar. Selain menjadi bagian dari persiapan menuju LATSARNAS, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan anggota Pramuka dengan pembina, purna, serta berbagai organisasi mahasiswa di lingkungan UNM.

Dari Persoalan Sampah ke Aksi Nyata

SCOUTALKS menghadirkan Kak Yayang Malil sebagai pemateri. Ia merupakan Founder Berdaur Indonesia, Dewan Pembina Mahasiswa Pencinta Lingkungan Hidup Selaras (SINTALARAS), serta aktif sebagai broadcaster, reporter, MC, KOL, dan speaker. Saat ini, Kak Yayang juga sedang menempuh Master’s Program in Environmental Management di Universitas Hasanuddin.

Dalam pemaparannya, Kak Yayang mengajak peserta melihat kembali persoalan sampah yang sebenarnya sangat dekat dengan aktivitas sehari-hari. Diskusi bahkan diawali dengan pertanyaan sederhana, “Sampah apa saja yang kamu hasilkan sejak pagi tadi?” Pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk untuk mengajak peserta menyadari bahwa persoalan lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil setiap orang.

Materi kemudian membahas bagaimana sampah dapat kehilangan nilainya ketika tercampur. Plastik bersih, sisa makanan, dan kertas yang tercampur akan lebih sulit dimanfaatkan kembali. Sebaliknya, pemilahan sejak awal membuka peluang bagi sampah untuk kembali menjadi bahan baku, kompos, maupun produk baru.

Peserta juga diajak menghubungkan persoalan lingkungan dengan nilai-nilai Dasa Darma Pramuka. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, misalnya, dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan. Begitu pula sikap hemat, cermat, disiplin, rajin, terampil, hingga rela menolong dapat diterapkan melalui kebiasaan mengurangi sampah, memilah, mengolah, serta mengajak orang lain melakukan hal yang sama.

Tidak berhenti pada pembahasan, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai bentuk pengelolaan sampah, seperti kompos, ecobrick, bank sampah, dan upcycling. Melalui cara tersebut, sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai.

Mengajak Pramuka Mulai dari Kebiasaan Kecil

Salah satu pesan yang dibawa dalam sesi ini adalah bahwa aksi lingkungan tidak harus dimulai dari gerakan besar. Dalam materi, peserta diajak mengikuti Tantangan 7 Hari, mulai dari membawa tumbler dan kotak makan, memilah sampah basah dan kering di rumah, hingga mengajak satu teman atau satu regu untuk melakukan pemilahan bersama.

“Satu kebiasaan kecil yang konsisten lebih berarti dari niat besar tanpa aksi.”

Pesan tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan yang sederhana, tetapi dilakukan secara konsisten.

Dihadiri Berbagai Organisasi Mahasiswa

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh anggota UKM Pramuka UNM. Para pembina dan purna anggota turut hadir, bersama sejumlah organisasi mahasiswa di lingkungan UNM, di antaranya LPM Penalaran, UKM SINTALARAS, HMJ Olahraga, HMJ Teknik, serta organisasi mahasiswa lainnya.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan memperluas ruang kolaborasi antarlembaga mahasiswa. Di tengah suasana yang santai, peserta dapat berdiskusi mengenai persoalan lingkungan sekaligus saling mengenal dan membangun komunikasi untuk kegiatan-kegiatan berikutnya.


Jalannya SCOUTALKS dipandu oleh Kak Aldi, anggota Ambalan Ranggong Dg. Romo, sebagai MC. Sementara sesi diskusi dimoderatori oleh Kak Aulia, anggota Ambalan Opu Dg. Risadju.

Dari SCOUTALKS Menuju LATSARNAS PERTI IX

Selain membawa isu lingkungan, kegiatan ini juga menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan dan menyemarakkan pelaksanaan LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026 yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Melalui SCOUTALKS, UKM Pramuka UNM tidak hanya mengajak peserta untuk berbicara tentang lingkungan, tetapi juga menunjukkan bahwa semangat Pramuka dapat hadir melalui aksi nyata. Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju LATSARNAS sekaligus memperkuat hubungan dengan berbagai unsur di lingkungan kampus.


Pada akhirnya, SCOUTALKS: From Waste to Worth membawa satu pesan sederhana: menjaga bumi bukan hanya tentang berbicara mengenai sampah, tetapi tentang apa yang kita lakukan setelah menyadarinya.

Dari Pramuka. Untuk Bumi. Untuk masa depan. 





Citizen : Zulfiqriyah Tul Muaeni

Editor : Humas UKM Pramuka UNM

Load disqus comments

0 comments