Tiga Hari Penjemputan Peserta LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026, Menyatukan Langkah Pramuka Perguruan Tinggi di Kota Makassar.
Makassar, 27 September 2026 — Kedatangan peserta dari berbagai penjuru Indonesia mulai mewarnai Kota Makassar menjelang pelaksanaan Lomba Aksi dan Prestasi Pramuka Perguruan Tinggi (LATSARNAS PERTI) IX Tahun 2026. Untuk memastikan seluruh peserta dapat tiba dengan aman dan terarah, UKM Pramuka UNM melaksanakan proses penjemputan selama tiga hari, yakni pada 25, 26, dan 27 September 2026.
Proses penjemputan dilakukan di berbagai titik kedatangan, mulai dari pelabuhan, terminal, bandara, hingga lokasi persinggahan peserta. Dalam pelaksanaannya, setiap penjemputan didampingi oleh Koordinator Lapangan (KORLAB) serta tim Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi (PDD) yang bertugas mendampingi perjalanan sekaligus mengabadikan momen kedatangan peserta.
Hari Pertama: Menyambut Kedatangan Peserta dari Berbagai Daerah
Jumat, 25 September 2026, menjadi awal dari rangkaian penjemputan peserta LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026. Sejak pagi, panitia telah bergerak menuju sejumlah titik kedatangan untuk menyambut peserta yang datang dari berbagai daerah.
Penjemputan pertama dilakukan terhadap peserta dari Universitas Mulawarman pada pukul 07.00 WITA di Pelabuhan Anging Mammiri. Tim KORLAB melakukan koordinasi dengan peserta setibanya di pelabuhan, kemudian membantu mengondisikan peserta dan barang bawaan sebelum diarahkan menuju kendaraan yang telah disiapkan. Tim PDD turut mendokumentasikan proses kedatangan tersebut.
Tidak lama berselang, pada pukul 08.00 WITA, peserta dari Universitas Sulawesi Barat tiba dan langsung menuju lokasi kegiatan. Setibanya di lokasi, peserta diarahkan oleh panitia untuk melakukan proses pengondisian dan mendapatkan informasi mengenai tempat serta rangkaian kegiatan yang akan diikuti.
Pada pukul 10.00 WITA, penjemputan dilakukan terhadap peserta dari UIN Datokarama Palu di Terminal Teuku Umar. Panitia berkoordinasi dengan peserta di titik yang telah ditentukan, kemudian mendampingi mereka bersama barang bawaan menuju kendaraan penjemputan.
Di waktu yang sama, tim lainnya melakukan penjemputan peserta dari STAI Yamra Merauke di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Setelah bertemu dengan peserta, KORLAB memastikan seluruh peserta telah terkondisikan sebelum diarahkan menuju lokasi kegiatan. Seluruh proses tersebut turut diabadikan oleh tim PDD.
Memasuki siang hari, pada pukul 12.00 WITA, peserta dari Universitas Syiah Kuala Aceh tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Panitia menyambut peserta di area kedatangan, membantu mengondisikan peserta beserta perlengkapannya, kemudian mendampingi perjalanan menuju lokasi kegiatan.
Rangkaian penjemputan hari pertama bahkan berlangsung hingga dini hari. Pada pukul 01.00 WITA, peserta dari Universitas Jember tiba di Pelabuhan Anging Mammiri. Meski waktu kedatangan berada di luar jam aktivitas utama, panitia tetap melakukan koordinasi dan pendampingan hingga peserta siap melanjutkan perjalanan menuju lokasi kegiatan.
Hari pertama menjadi gambaran awal kesibukan panitia dalam menyambut peserta yang datang dari berbagai wilayah Indonesia. Setiap kedatangan tidak hanya menjadi proses penjemputan, tetapi juga menjadi kesempatan pertama untuk menyambut dan memberikan rasa aman kepada peserta yang baru tiba di Kota Makassar.
Hari Kedua: Penjemputan Berlanjut hingga Malam Hari
Memasuki Sabtu, 26 September 2026, proses penjemputan kembali dilanjutkan. Panitia masih bergerak di sejumlah titik untuk memastikan peserta yang datang pada hari kedua dapat tiba di lokasi kegiatan dengan baik.
Pada pukul 15.30 WITA, peserta dari Universitas Negeri Makassar PGSD Bone dijemput di lokasi persinggahan keluarga peserta. KORLAB melakukan koordinasi dengan peserta, memastikan perlengkapan telah siap, kemudian mendampingi mereka untuk melanjutkan perjalanan menuju lokasi kegiatan. Tim PDD turut mengabadikan proses tersebut.
Sore hingga malam hari menjadi waktu yang cukup padat bagi panitia. Pada pukul 18.15 WITA, peserta dari Universitas Sebelas Maret tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Panitia menyambut peserta di area kedatangan, mengarahkan mereka menuju titik penjemputan, kemudian mendampingi perjalanan menuju lokasi kegiatan.
Lima menit kemudian, tepatnya pukul 18.20 WITA, peserta dari Universitas Cokroaminoto Palopo dijemput dan langsung diarahkan menuju lokasi kegiatan. Tim KORLAB memastikan peserta telah mendapatkan arahan dan berada dalam kondisi siap untuk melanjutkan perjalanan, sementara tim PDD mendokumentasikan proses kedatangan.
Rangkaian penjemputan hari kedua berlanjut hingga malam. Pada pukul 22.10 WITA, panitia menyambut peserta dari Universitas Teuku Umar di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Kedatangan peserta Universitas Teuku Umar dari Banda Aceh menjadi salah satu momen yang memiliki cerita tersendiri. Salah seorang pesertanya, Kak Dafi, datang ke Kota Makassar dengan membawa sesuatu yang bukan sekadar perlengkapan kegiatan, tetapi memiliki nilai emosional dalam perjalanan kepramukaannya.
Kak Dafi membawa sepatu yang telah menemaninya sejak SMA. Sepatu tersebut selalu digunakan dalam berbagai kegiatan kepramukaan, mulai dari proses penyelesaian TKU Bantara, Laksana, hingga BERTKU Pandega.
Setelah menempuh perjalanan dari Banda Aceh menuju Kota Makassar, sepatu tersebut kembali dibawa untuk menemani langkah Kak Dafi dalam LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026.
“Saya memang punya keinginan untuk berkunjung ke Kota Makassar dengan membawa sepatu yang sangat saya sayangi sejak SMA. Sepatu ini selalu saya gunakan di setiap kegiatan kepramukaan, mulai dari proses penyelesaian TKU Bantara, Laksana, sampai BERTKU Pandega. Dan sekarang, untuk pertama kalinya, saya akan menggunakan sepatu ini di kegiatan LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026 di Kota Makassar.”
Bagi Kak Dafi, sepatu tersebut bukan hanya bagian dari perlengkapan kegiatan. Sepatu itu menjadi saksi perjalanan panjangnya dalam kepramukaan dan kini kembali menjadi bagian dari cerita baru yang akan ia ukir di Kota Makassar.
Hari Ketiga: Menyambut Peserta yang Tiba di Penghujung Penjemputan
Pada Minggu, 27 September 2026, rangkaian penjemputan memasuki hari ketiga sekaligus menjadi bagian akhir dari proses penyambutan peserta LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026.
Pagi hari, pada pukul 08.00 WITA, panitia melakukan penjemputan peserta dari Universitas Malikussaleh di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Setibanya peserta, KORLAB melakukan koordinasi dan pengondisian sebelum peserta diarahkan menuju kendaraan penjemputan. Tim PDD turut mendokumentasikan proses kedatangan hingga perjalanan peserta menuju lokasi.
Selanjutnya, pada pukul 09.00 WITA, panitia menyambut peserta dari Universitas Politeknik Sorowako di Terminal Regional Daya. Peserta yang telah tiba kemudian dikondisikan bersama barang bawaannya, mendapatkan arahan dari panitia, dan selanjutnya didampingi menuju lokasi kegiatan.
Sementara itu, peserta dari Universitas Muhammadiyah Bone langsung menuju lokasi kegiatan. Setibanya di lokasi, panitia melakukan koordinasi dan membantu mengarahkan peserta untuk menyesuaikan diri dengan tempat serta rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan.
Dengan kedatangan peserta dari Universitas Malikussaleh, Universitas Politeknik Sorowako, dan Universitas Muhammadiyah Bone, rangkaian penjemputan selama tiga hari pun terlaksana.
Tiga Hari, Beragam Perjalanan, Satu Tujuan
Selama tiga hari, proses penjemputan peserta LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026 menjadi bagian penting dalam menyambut kedatangan Pramuka Perguruan Tinggi dari berbagai wilayah Indonesia. Panitia tidak hanya bertugas menjemput, tetapi juga memastikan peserta mendapatkan pendampingan sejak tiba hingga berada di lokasi kegiatan.
Keterlibatan KORLAB dalam mengawal perjalanan dan PDD dalam mendokumentasikan setiap proses menjadi bagian dari upaya panitia memberikan pelayanan terbaik kepada peserta.
Dari pelabuhan, terminal, bandara, hingga lokasi kegiatan, setiap peserta datang membawa cerita dan pengalaman masing-masing. Ada yang datang bersama rombongan, ada yang menempuh perjalanan panjang, dan ada pula yang membawa benda penuh kenangan seperti sepatu kesayangan Kak Dafi.
Seluruh perjalanan tersebut akhirnya bermuara pada satu tujuan: bertemu, bersilaturahmi, berbagi pengalaman, dan mengikuti LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026 di Kota Makassar.
Kedatangan para peserta menjadi awal dari rangkaian perjalanan yang lebih besar dalam LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026, sekaligus menjadi momentum untuk mempertemukan semangat kepramukaan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Citizen : Zulfiqriyah Tul
Muaeni
Editor : Humas UKM Pramuka UNM