Thursday, 1 October 2026

LATSARNAS PERGURUAN TINGGI KE-IX TAHUN 2026 RESMI DITUTUP

 LATSARNAS PERGURUAN TINGGI KE-IX TAHUN 2026 RESMI DITUTUP

Makassar, 02 Oktober 2026 — Kegiatan Latihan Search and Rescue Tingkat Nasional Pramuka Perguruan Tinggi (LATSARNAS PERTI) ke-IX Tahun 2026 resmi ditutup pada Jumat, 02 Oktober 2026, bertempat di Ruang Promotor Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM).

Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan yang diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi. Selama kegiatan, peserta mengikuti berbagai latihan dan pembelajaran yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, kerja sama, serta kesiapsiagaan dalam bidang Search and Rescue.

Acara penutupan dilaksanakan oleh Kak Prof. Dr. H. Ruslan, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama LATSARNAS dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya ketika peserta kembali ke lingkungan masing-masing dan berada di tengah masyarakat.

Selain rangkaian latihan, peserta juga mengikuti beberapa perlombaan, di antaranya Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), Konten Kreatif, dan Duta LATSARNAS. Perlombaan tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, kerja sama, serta menunjukkan hasil pembelajaran selama kegiatan.

Setelah penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman dan pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan kemampuan yang telah ditunjukkan. Seluruh peserta diharapkan tetap mengambil nilai dan pengalaman dari setiap rangkaian kegiatan, bukan hanya dari hasil perlombaan.

Berakhirnya LATSARNAS PERTI ke-IX Tahun 2026 diharapkan menjadi awal bagi peserta untuk terus mengembangkan keterampilan, menjaga solidaritas, serta mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan demikian, seluruh rangkaian LATSARNAS PERTI ke-IX Tahun 2026 resmi berakhir. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk terus berkarya, mengabdi, dan memberikan kontribusi positif di lingkungan masing-masing.




Citizen : Zulfaqiha Tul Muaeni

Editor by : Humas UKM Pramuka UNM

Selengkapnya...

Forum Tegak-Dega LATSARNAS ke-IX Evaluasi Kegiatan dan Tetapkan Universitas Mulawarman sebagai Tuan Rumah Selanjutnya

 Forum Tegak-Dega LATSARNAS ke-IX Evaluasi Kegiatan dan Tetapkan Universitas Mulawarman sebagai Tuan Rumah Selanjutnya


Makassar
– Menjelang penutupan Latihan Search & Rescue Nasional (LATSARNAS) perguruan tinggi ke-IX yang berlangsung selama enam hari, para peserta dan penyelenggara berkumpul dalam Forum Tegak-Dega pada Kamis, 1 Oktober 2026, pukul 21.00 WITA, di Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM). Forum ini membahas evaluasi kegiatan sekaligus menetapkan tuan rumah LATSARNAS ke-X.

LATSARNAS ke-IX diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka UNM selaku tuan rumah. Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan peserta pada 27 September, dilanjutkan pembukaan pada 28 September, dan ditutup pada 2 Oktober 2026. Forum Tegak-Dega dinamai demikian karena hanya diikuti anggota golongan Penegak dan Pandega. Sebanyak 57 peserta LATSARNAS hadir, bersama unsur gugus depan UKM Pramuka UNM serta anggota Penegak dan Pandega UKM Pramuka UNM.

Dalam forum, peserta dan panitia meninjau kembali pelaksanaan LATSARNAS ke-IX. Salah satu poin positif yang mengemuka adalah kepuasan peserta terhadap pelayanan panitia selama kegiatan berlangsung.

Estafet ke Universitas Mulawarman, forum kemudian membahas tuan rumah LATSARNAS ke-X, dan Universitas Mulawarman ditetapkan sebagai penyelenggara berikutnya. Pimpinan kontingen dari berbagai perguruan tinggi, termasuk pimpinan kontingen Universitas Mulawarman, maju satu per satu untuk membubuhkan tanda tangan.


Tuan Rumah LATSARNAS dari tahun ke tahun

LATSARNAS I Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

LATSARNS II Universitas Sumatera Utara (USU)

LATSARNAS III Universitas Diponegoro (UNDIP)

LATSARNAS IV Universitas Lampung (UNILA)

LATSARNAS V Universitas Negeri Gorontalo (UNG)

LATSARNAS VI STKIP PGRI Sumenep

LATYSARNAS VII Universitas Mataram (UNRAM)

LATSARNAS VIII Universitas Airlangga (UNAIR)

LATSARNAS IX Universitas Negeri Makassar (UNM)

LATSARNAS X Universitas Mulawarman (UNMUL)

Kak Farid Wajeddi, Pembantu Pembina Ambalan Ranggong Daeng Romo, menyampaikan bahwa UNM memastikan akan turut berpartisipasi dalam LATSARNAS berikutnya.

Dengan ditetapkannya tuan rumah berikutnya, estafet LATSARNAS berlanjut dari Makassar menuju Universitas Mulawarman. Kegiatan ini diharapkan terus memperkuat kemampuan search and rescue serta mempererat jejaring mahasiswa pegiat kepramukaan di berbagai perguruan tinggi.



Citizen : Nur Aulia

Editor : Humas UKM Pramuka UNM

Selengkapnya...

Jelajah Kota Daeng, Peserta LATSARNAS IX Kenali Sejarah dan Pesona Makassar

 Jelajah Kota Daeng, Peserta LATSARNAS IX Kenali Sejarah dan Pesona Makassar


Makassar, 1 Oktober 2026 — Memasuki hari keempat pelaksanaan LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026, para peserta diajak mengenal lebih dekat Kota Makassar melalui kegiatan Giat Wisata. Kegiatan berlangsung pada Kamis (1/10), mulai pukul 12.00 WITA hingga selesai, dengan mengunjungi sejumlah destinasi wisata dan ikon Kota Makassar.


Sebelum perjalanan dimulai, Kak Farid Wajeddi memberikan arahan mengenai pelaksanaan lomba video vlog yang menjadi bagian dari kegiatan wisata. Lomba tersebut bersifat individu, dengan beberapa destinasi yang wajib masuk dalam video, yakni Museum Kota Makassar, Fort Rotterdam, pusat oleh-oleh khas Makassar, Pantai Losari, dan Masjid 99 Kubah.

Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Museum Kota Makassar. Didampingi LO masing-masing kelompok dan pemandu museum, peserta diajak mengenal sejarah Kota Makassar melalui berbagai koleksi yang tersimpan di dalamnya.

Salah satu hal yang menarik perhatian peserta adalah sejarah bangunan museum yang dulunya merupakan kantor Wali Kota Makassar sebelum kemudian dialihfungsikan menjadi museum. Pemandu juga menjelaskan sejumlah koleksi sejarah, termasuk benda-benda yang dihibahkan oleh keluarga para pahlawan untuk menjadi bagian dari catatan sejarah di museum.

Dari museum, peserta melanjutkan perjalanan menuju Fort Rotterdam dengan berjalan kaki. Setibanya di benteng, peserta berkeliling dari satu sudut ke sudut lainnya sambil mengabadikan momen untuk kebutuhan vlog.

Menariknya, peserta juga berkesempatan bertemu dan berkenalan dengan wisatawan mancanegara asal Spanyol. Interaksi tersebut menjadi pengalaman tersendiri sekaligus menambah warna dalam proses pembuatan vlog peserta.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju pusat oleh-oleh khas Kota Makassar di kawasan Somba Opu. Peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbelanja sekaligus mengenal berbagai produk khas Makassar, mulai dari kain sutra hingga makanan tradisional.

Salah satu yang menarik perhatian adalah kue cucur. Kak Dany, peserta LATSARNAS PERTI IX dari Universitas Mulawarman, mengaku tertarik untuk mencobanya.

“Ini kuenya unik, ya... Dari bentuk, warna, sampai namanya, ‘cucur’ itu menarik. Saya belum tahu rasanya karena belum mencoba, jadi saya tertarik untuk membelinya. Sepertinya cocok untuk dijadikan oleh-oleh buat keluarga dan teman-teman di Kaltim.”

Setelah dari pusat oleh-oleh, peserta menuju Pantai Losari. Di salah satu ikon Kota Makassar tersebut, peserta menikmati suasana sore, berfoto bersama, menyaksikan matahari terbenam, sekaligus melanjutkan pembuatan video vlog.

Destinasi terakhir adalah Masjid 99 Kubah. Untuk menuju lokasi, sebagian peserta memilih berjalan kaki, sementara sebagian lainnya mencoba pengalaman berbeda dengan menggunakan speedboat dari kawasan Pantai Losari menuju Masjid 99 Kubah.

Sesampainya di Masjid 99 Kubah, peserta melaksanakan salat Magrib, beristirahat, dan mengabadikan momen bersama. Setelah seluruh rangkaian wisata selesai, peserta kembali menuju lokasi kegiatan LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026 di Pascasarjana UNM menggunakan kendaraan Dalmas yang telah disiapkan.

Giat Wisata menjadi salah satu rangkaian LATSARNAS PERTI IX yang memberikan pengalaman berbeda bagi peserta. Selain menjadi kesempatan untuk melepas penat, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi peserta untuk mengenal sejarah, budaya, kuliner, dan berbagai ikon Kota Makassar secara langsung.

Melalui perjalanan tersebut, peserta tidak hanya menikmati destinasi wisata, tetapi juga membawa pulang pengalaman dan cerita tentang Kota Makassar untuk dibagikan kepada keluarga dan teman-teman di daerah asal masing-masing.




Citizen : Zulfiqriyah Tul Muaeni

Editor : Humas UKM Pramuka UNM

Selengkapnya...

Wednesday, 30 September 2026

Uji Kesiapan dan Kecekatan: Lomba PPGD LATSARNAS PERTI IX 2026 di UNM Sukses Digelar

Uji Kesiapan dan Kecekatan: Lomba PPGD LATSARNAS PERTI IX 2026 di UNM Sukses Digelar

Rangkaian kegiatan Latihan Dasar Nasional Perguruan Tinggi (LATSARNAS PERTI) ke-IX Tahun 2026 di Universitas Negeri Makassar (UNM) menghadirkan berbagai agenda menantang. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah Giat Lomba Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang sukses dilaksanakan pada Kamis, 1 Oktober 2026, di Area Camp Pascasarjana UNM.

Giat lomba ini diikuti oleh delegasi dari empat perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, yaitu:

* Universitas Sulawesi Barat


* Universitas Mulawarman


* Universitas Sebelas Maret


* Universitas Sorowako


Kompetisi ini sempat mengalami penyesuaian jumlah partisipan karena regulasi lomba mewajibkan setiap tim beranggotakan 3 orang, sementara beberapa fakultas sebelumnya hanya mengutus 2 orang perwakilan. Kendati demikian, antusiasme dan semangat juang para peserta tetap terlihat tinggi sepanjang perlombaan.

Sebelum kompetisi dimulai, Kakak Syamsul Bahri memberikan pengarahan mendalam dengan menjelaskan sekaligus mempraktikkan langsung format penilaian bersama salah satu anggota Korps Sukarela (KSR) PMI Unit UNM. Simulasi tersebut mencakup seluruh tahapan krusial, mulai dari:

* Penilaian keadaan korban (scene assessment)


* Teknik penanganan medis darurat


* Tata cara pemindahan korban (evacuation)


Setelah seluruh peserta memahami standar penilaian yang ditetapkan, persiapan teknis dilanjutkan dengan merias (make over) relawan yang bertindak sebagai korban agar skenario terlihat nyata. Sementara itu, dua anggota tim lainnya ditempatkan di ruang karantina sebelum dipanggil satu per satu untuk menghadapi skenario kasus.

Melalui giat lomba ini, para peserta diuji dari berbagai aspek penting, mulai dari kefokusan, kerapihan, hingga kecekatan dalam mengambil tindakan penyelamatan pasien di situasi darurat.

Pelaksanaan lomba PPGD ini merupakan bentuk implementasi dan evaluasi nyata atas materi pelatihan PPGD yang sebelumnya telah diberikan pada hari Senin, 28 September 2026, bertempat di Ballroom D Menara Pinisi UNM.

Dalam penentuan juara, penilaian dilakukan berdasarkan perolehan skor tertinggi dari ketepatan penanganan, dengan catatan waktu penyelesaian sebagai indikator pembanding. Setelah melalui persaingan yang ketat dan penuh kecekatan, berikut adalah daftar peraih juara dalam Giat Lomba PPGD LATSARNAS PERTI IX 2026:

* Juara 1: Universitas Sebelas Maret


* Juara 2: Universitas Mulawarman


* Juara 3: Universitas Sorowako



Kegiatan ini sukses ditutup dengan pencapaian yang membanggakan, serta diharapkan mampu mencetak kader-kader relawan yang handal, sigap, dan profesional dalam menghadapi situasi darurat di masa depan.



Citizen : Nur Fadilah

Editor : Humas UKM Pramuka UNM

Selengkapnya...

Kukuhkan Tali Persaudaraan, UKM Pramuka UNM Gelar Upacara Unggun Api LATSARNAS PERTI KE-IX 2026

 Kukuhkan Tali Persaudaraan, UKM Pramuka UNM Gelar Upacara Unggun Api LATSARNAS PERTI KE-IX 2026

MAKASSAR — UKM Pramuka UNM sukses menyelenggarakan Upacara Unggun Api pada Kamis malam (1/10/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat, penuh kehangatan, dan sarat nilai-nilai kepanduan ini dipusatkan di halaman Kampus Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. Acara malam puncak keakraban ini diikuti secara antusias oleh seluruh peserta beserta panitia Latihan Serach and Rescue  Nasional Perguruan Tinggi (LATSARNAS PERTI) KE-IX Tahun 2026. Kehadiran para anggota Pramuka Penegak serta Pandega dari berbagai daerah turut menambah kepenuhan suasana kebersamaan di tapak perkemahan tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali secara tertib dengan pembukaan oleh pembawa acara (Master of Ceremony). Setelah pembukaan formal, agenda berlanjut ke acara inti yang paling dinantikan, yaitu Upacara Unggun Api. Saat kobaran api mulai membumbung ke udara, suasana berubah menjadi sangat khusyuk dan syahdu. Kobaran api unggun tersebut tidak hanya berfungsi menyala di tengah kegelapan malam, tetapi juga menjadi simbol membaranya semangat, keteguhan jiwa, serta dedikasi para anggota pramuka perguruan tinggi dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

Usai prosesi penyalaan api unggun, seluruh peserta dan panitia berbaur tanpa sekat untuk membentuk Lingkaran Persaudaraan. Berdiri berdampingan seraya menyanyikan lagu-lagu unggun api dan kepramukaan, momen ini menjadi sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi, menanggalkan perbedaan, serta memperkokoh solidaritas antar sesama anggota Gerakan Pramuka.

Tak berhenti sampai di situ, kemeriahan malam semakin memuncak seusai pelaksanaan upacara unggun api dan lingkaran persaudaraan. Kegiatan dilanjutkan dengan agenda tukar kado antar seluruh peserta LATSARNAS PERTI KE-IX 2026. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh gelak tawa, antusiasme, dan keceriaan ketika para peserta saling bertukar bingkisan yang telah disiapkan sebelumnya.

Melalui momen tukar kado ini, terjalin keakraban yang makin erat di antara para peserta dari berbagai perguruan tinggi. Senyum dan kebahagiaan yang terpancar menjadi penutup manis yang tak terlupakan bagi seluruh rangkaian acara malam tersebut.

Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat terus memelihara serta mengimplementasikan nilai-nilai Dasadarma Pramuka, khususnya rasa persaudaraan dan kebersamaan yang telah terbentuk selama gelaran LATSARNAS PERTI KE-IX Tahun 2026, bahkan setelah seluruh rangkaian kegiatan nasional ini usai.



Citizen : Nur Hamida

Editor : Humas UKM Pramuka UNM

Selengkapnya...

Pemuda Bergerak, Nusantara Berbudaya: Jumpa Tokoh dan Festival Nusantara di LATSARNAS PERTI IX

Pemuda Bergerak, Nusantara Berbudaya: Jumpa Tokoh dan Festival Nusantara di LATSARNAS PERTI IX


Makassar, Rabu, 30 September 2026 — UKM Pramuka UNM — Rangkaian Latihan Search and Rescue Nasional Perguruan Tinggi (LATSARNAS PERTI) IX yang diselenggarakan oleh UKM Pramuka Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menghadirkan ruang pembelajaran bagi peserta melalui agenda Jumpa Tokoh dan Festival Nusantara. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta dari berbagai perguruan tinggi untuk memperluas wawasan kepemudaan, kemanusiaan, sekaligus mengenal keberagaman budaya Indonesia.

Membentuk Pemuda yang Kritis dan Responsif

Agenda Jumpa Tokoh berlangsung dalam dua sesi dengan menghadirkan tokoh yang berpengalaman di bidang kepemudaan dan kemanusiaan. Sesi pertama menghadirkan Muhammad Fauzan, Ketua Harian DPD KNPI Kota Makassar, bersama La Siatta, anggota DPD KNPI Kota Makassar.

Diskusi membahas peran pemuda, khususnya Pramuka Perguruan Tinggi, dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat memberikan kemudahan dalam memperoleh dan menyebarkan informasi, tetapi juga menghadirkan tantangan karena tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya.

Karena itu, peserta diajak untuk tidak mudah menerima informasi di media sosial. Kemampuan memeriksa kebenaran informasi, melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, serta membangun pola pikir kritis menjadi bagian penting yang perlu dimiliki generasi muda.

Bagi mahasiswa dan anggota Pramuka Perguruan Tinggi, kemampuan tersebut sejalan dengan peran sebagai agent of change. Pemuda diharapkan tidak hanya mengetahui persoalan yang terjadi, tetapi juga mampu mengambil peran dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dari Kepedulian Menuju Aksi Kemanusiaan

Sesi kedua menghadirkan Muhammad Ichsan Idris, Koordinator Satuan Reaksi Cepat Satgas Pramuka Peduli Sulawesi Selatan. Pengalamannya dalam kegiatan kemanusiaan, termasuk keterlibatan Satgas Pramuka Peduli Sulawesi Selatan dalam penanganan pandemi COVID-19 serta penerimaan Lencana Karya Bakti, menjadi pembelajaran bagi peserta LATSARNAS PERTI IX.



Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bahwa kepedulian terhadap bencana harus diwujudkan melalui tindakan ya

ng cepat, tepat, terukur, dan bertanggung jawab. Penanganan bencana juga membutuhkan persiapan, bukan sekadar keberanian untuk turun ke lokasi.

Seorang relawan perlu memiliki pengetahuan, keterampilan, kesiapan fisik dan mental, kemampuan bekerja sama, serta memahami batas kemampuan diri agar mampu menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Pembahasan tersebut memperkuat peran Pramuka Perguruan Tinggi dalam membangun kapasitas relawan muda. Melalui pendidikan, pelatihan kebencanaan, simulasi, dan pengalaman lapangan, mahasiswa dapat dipersiapkan untuk berperan dalam upaya penanggulangan bencana, mulai dari kesiapsiagaan hingga pemulihan pascabencana.

Dua sesi Jumpa Tokoh tersebut mempertemukan dua hal penting dalam diri pemuda, yaitu kemampuan berpikir dan keberanian untuk bergerak. Pemuda tidak cukup hanya mengetahui persoalan, tetapi juga perlu memahami langkah yang dapat dilakukan untuk memberikan solusi.

Festival Nusantara, Kenalkan Kekayaan Budaya Daerah

Setelah agenda Jumpa Tokoh, rangkaian malam dilanjutkan dengan Festival Nusantara. Peserta dari sejumlah perguruan tinggi menampilkan identitas daerah masing-masing melalui pakaian adat, tarian, puisi, lagu, dan makanan tradisional.


Universitas Muhammadiyah Bone menampilkan Angngaru dengan pakaian adat Bone, lengkap dengan Songkok Recca dan baju adat Tockko, serta puisi bernuansa Bugis. Universitas Sebelas Maret memperkenalkan budaya Jawa Tengah melalui geguritan “Aku Bocah Jowo”, fashion show beskap dan kebaya, tari kreasi dengan iringan lagu dolanan, serta makanan tradisional intip.

Dari Kalimantan Timur, Universitas Mulawarman memperkenalkan pakaian adat Dayak Tengah dan Kutai Pesisir, tari kreasi Dayak “Suara Rimba Suharto”, serta makanan khas amplang. Sementara itu, Politeknik Sorowako membawa budaya Luwu Timur melalui Tari Dero, makanan ikan crispy pangkilang, serta pakaian adat Monsado lengkap dengan aksesori tradisionalnya.

STAI Yamra Merauke dan Universitas Negeri Gorontalo turut mengambil bagian dengan menampilkan kekayaan budaya dari daerah masing-masing.


Melalui Jumpa Tokoh dan Festival Nusantara, LATSARNAS PERTI IX tidak hanya memberikan pengalaman dalam bidang pencarian dan penyelamatan, tetapi juga membangun wawasan kepemudaan, kepedulian sosial, semangat kemanusiaan, serta penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.

Rangkaian ini menunjukkan bahwa Pramuka Perguruan Tinggi memiliki ruang untuk berpikir, bergerak, dan berkontribusi. Dari keberagaman tumbuh persaudaraan, sementara dari kepedulian lahir aksi nyata.

Pemuda yang berpikir, Pramuka yang bergerak.




Citizen : Zyair Muzyaitir

Editor : Humas UKM Pramuka UNM


Selengkapnya...

Peserta LATSARNAS PERTI IX 2026 Ikuti Giat Sar "Water Rescue" di Pantai Indah Bosowa

 Peserta LATSARNAS PERTI IX 2026 Ikuti Giat Sar "Water Rescue" di Pantai Indah Bosowa

Peserta Latihan Search and Rescue Nasional Perguruan Tinggi (LATSARNAS PERTI) IX Tahun 2026 mengikuti Giat Sar ke-4 yaitu Water Rescue yang dilaksanakan di Pantai Indah Bosowa, Kota Makassar, pada hari Rabu 30 September 2026.

Latihan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026 dan menjadi Giat Sar terakhir yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan pertolongan dan penyelamatan di wilayah perairan.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik secara langsung di lapangan. Berbagai teknik penyelamatan di air diperkenalkan kepada peserta, mulai dari prosedur keselamatan, teknik mendekati korban, hingga proses evakuasi korban dari wilayah perairan.

Tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik, latihan Water Rescue juga menekankan pentingnya koordinasi dan kerja sama tim. Peserta dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan baik, mengambil keputusan secara tepat, serta tetap mengutamakan keselamatan selama proses penyelamatan berlangsung.

"Ketika posisi anda sebagai penolong, dan ragu2 dalam menolong jangan pernah sekali-kali melakukan pertolongan tersebut." ucap kak lukman selaku instruktur dan pemateri dari Basarnas Provinsi Sulawesi Selatan.

Kondisi Pantai Indah Bosowa menjadi lokasi praktik yang memberikan pengalaman langsung bagi peserta dalam menghadapi karakteristik lingkungan perairan. Dengan praktik tersebut, peserta dapat menguji kemampuan yang telah diperoleh sekaligus memahami berbagai tantangan yang mungkin dihadapi dalam operasi penyelamatan di air.

Antusiasme peserta terlihat selama mengikuti setiap tahapan latihan. Mereka mengikuti arahan instruktur dan terlibat aktif dalam berbagai simulasi yang diberikan.

Melalui latihan ini, LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang peningkatan keterampilan Search and Rescue, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter peserta yang sigap, tangguh, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.




Citizen : Siti Mutmadania

Editor : Humas UKM Pramuka UNM

Selengkapnya...

Tuesday, 29 September 2026

Jumpa Tokoh LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026 Hadirkan Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat

Jumpa Tokoh LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026 Hadirkan Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat


Pramuka UNM – Selasa, 29 September 2026, kegiatan Jumpa Tokoh kembali dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Latihan Search and Rescue Tingkat Nasional Pramuka Perguruan Tinggi ke-IX Tahun 2026 (Latsarnas IX).

Pada hari kedua, Jumpa Tokoh menghadirkan Kakak Mochammad Muchlasin, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh Unsur Gugusdepan 08-095 & 08-096 Pangkalan UNM, panitia, serta peserta Latsarnas Pramuka Perguruan Tinggi ke-IX Tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Kak Muchlasin membagikan pengalaman selama mengikuti kegiatan kepramukaan, salah satunya ketika berada dalam kondisi tersesat tanpa membawa kompas. Dalam situasi tersebut, ia berusaha mencari solusi dengan memanfaatkan kondisi lingkungan di sekitarnya. Salah satu cara yang dilakukan adalah mencari kuburan muslim untuk membantu mengetahui arah berdasarkan posisi makam.

Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bagi peserta bahwa dalam kondisi yang tidak terduga, seorang Pramuka perlu mampu berpikir dan mengambil keputusan dengan memanfaatkan apa yang tersedia di sekitarnya. Keterbatasan perlengkapan tidak menjadi alasan untuk berhenti mencari solusi ketika menghadapi situasi darurat.

Selain berbagi pengalaman dalam kegiatan kepramukaan, Kak Muchlasin juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya mengelola keuangan. Ia mengingatkan peserta untuk membiasakan diri menyisihkan sebagian uang sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya.

"Jangan pernah menyisakan, tapi menyisihkan." 

Pesan tersebut mengingatkan peserta bahwa kebiasaan menabung perlu dilakukan sejak awal, bukan hanya menggunakan uang yang tersisa setelah memenuhi berbagai kebutuhan.

Adapun Universitas yang tampil pada malam Kedua ini adalah universiatas :

  1. Universitas Teuku Umar 
  2. Universitas Cokrominoto Palopo
  3. Universitas Sulawesi Barat
  4. Universitas Jember

Rangkaian kegiatan hari kedua juga diselingi dengan Festival Nusantara, yang menjadi wadah bagi peserta untuk memperkenalkan keberagaman budaya dari daerah masing-masing. Kegiatan ini turut menjadi ruang interaksi antarpeserta sekaligus mempererat kebersamaan selama mengikuti rangkaian LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026. 




Citizen: M. Irghi Ulil Setiawan Saleh

Editor : Humas UKM Pramuka UNM

Selengkapnya...

SAAT KETINGGIAN JADI TANTANGAN: SERUNYA PELATIHAN VERTICAL RESCUE LATSARNAS PERTI KE-IX

  SAAT KETINGGIAN JADI TANTANGAN: SERUNYA PELATIHAN VERTICAL RESCUE LATSARNAS PERTI KE-IX

Makassar, Selasa, 29 September 2026, Ketinggian menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan kesiapan, ketelitian, dan keterampilan dalam kegiatan penyelamatan. Hal tersebut menjadi bagian dari pengalaman peserta Latihan SAR dan Rescue Nasional (Latsarnas) Perti Ke-IX melalui giat Vertical Rescue yang dilaksanakan di Kantor Basarnas Provinsi Sulawesi Selatan, Jl. Poros Bandara Baru, Baji Mangngai, Makassar, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Vertical Rescue merupakan salah satu giat SAR dalam rangkaian Latsarnas Perti Ke-IX yang memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan dasar penyelamatan pada medan vertikal. Sebanyak 51 peserta mengikuti kegiatan yang dimulai dengan persiapan, pengarahan keselamatan, pengenalan perlengkapan, hingga praktik langsung di lapangan.

Kegiatan diawali dengan kedatangan dan persiapan peserta. Sebelum praktik dimulai, peserta terlebih dahulu mendapatkan pengarahan mengenai keselamatan serta tahapan pelaksanaan Vertical Rescue. Dalam sesi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya ketelitian, kedisiplinan, komunikasi, dan kerja sama tim karena keselamatan menjadi aspek utama dalam setiap tahapan latihan.

Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan berbagai perlengkapan keselamatan yang digunakan dalam Vertical Rescue, seperti helm, kacamata keselamatan, sarung tangan, body harness, seat harness, sepatu keselamatan, dan pakaian keselamatan. Selain mengenal fungsi setiap perlengkapan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai penggunaan dan pemeriksaan alat sebelum digunakan.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan teknik simpul yang digunakan dalam kegiatan SAR, di antaranya simpul pangkal, simpul kambing, serta beberapa jenis simpul lainnya. Setelah mendapatkan penjelasan, peserta langsung mempraktikkan pembuatan simpul dengan didampingi oleh instruktur.

Setelah memahami materi dasar dan mempersiapkan perlengkapan keselamatan, peserta kemudian diarahkan untuk mengikuti praktik Vertical Rescue di lapangan. Pada tahap ini, peserta mulai menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh, mulai dari penggunaan perlengkapan, pengelolaan tali, penerapan simpul, hingga teknik dasar penyelamatan pada medan vertikal.

Praktik tersebut didampingi oleh tujuh instruktur, yaitu Lukman, Andi Herdiansyah, Alamsyah, Muhammad Fitrah Anugrah, Dirham Syarif, Muh. Farid Nur, dan Muh. Danial. Para instruktur memberikan arahan dan pendampingan selama proses latihan, sehingga peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan memperhatikan prosedur keselamatan.

Suasana latihan berlangsung dengan antusias. Peserta tidak hanya dituntut untuk memahami teknik secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung melalui kerja sama tim. Komunikasi, ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab menjadi bagian penting yang terus dilatih selama praktik berlangsung.

Melalui giat Vertical Rescue ini, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam mengenal dan menggunakan perlengkapan keselamatan, mempraktikkan teknik dasar tali dan simpul, serta memahami penerapan penyelamatan pada medan vertikal. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Latsarnas Perti Ke-IX untuk membangun kesiapan, keterampilan, dan kerja sama peserta dalam menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan kemampuan SAR.

Dengan semangat dan antusiasme peserta selama mengikuti seluruh tahapan, giat Vertical Rescue Latsarnas Perti Ke-IX berlangsung hingga praktik lapangan selesai dilaksanakan.



Citizen : Muh Rifki Ramadan

Editor : UKM Pramuka UNM

Selengkapnya...

Monday, 28 September 2026

KADER PRAMUKA DIERA KOLABORASI, MENGENAL LEBIH DEKAT DENGAN BUDAYA LOKAL DI INDONESIA

KADER PRAMUKA DIERA KOLABORASI, MENGENAL LEBIH DEKAT DENGAN BUDAYA LOKAL DI INDONESIA


Pramuka UNM - Senin, 28 September 2026 telah berlangsung kegiatan Jumpa Tokoh dan Festival Nusantara Latihan Search and Rescue Tingkat Nasional Pramuka Perguruan Tinggi ke-IX Tahun 2026.

Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 20.00 WITA di halaman Pascasarjana UNM tepatnya di Area Camp. Jumpa Tokoh dihadiri oleh Kepala Kantor Perwakilan LPS III Wilayah Sulawesi, Maluku, Papua, Fuad Zaen, Ricki Andika Karumpa Kaabid rehabilitasi dan rekokontruksi BPBD  kota Makassar Unsur Gugusdepan 08-095 & 08-096 Pangkalan UNM, Panitia dan Peserta Latsarnas Pramuka Perguruan Tinggi ke-IX Tahun 2026.

Kakak Fuad Zaen menyampaikan "Menjadi kader pramuka tidak hanya belajar tali temali dan baris berbaris, tapi menjadi kader yang update dengan perkembangan sanggar".

Rangkaian Jumpa Tokoh diselingi dengan kegiatan Festival Nusantara dimana kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan ciri khas budaya daerah masing-masing. 

Adapun Universitas yang tampil pada malam Kedua ini adalah universiatas :

  1. Universitas Syiah Kuala Aceh 
  2. UNM PGSD BONE
  3. Universitas Malikussaleh 
  4. UIN Datokarama Palu






Citizen Report: A. Saskia Dwi Afika Idrus

Editor: Humas Pramuka UNM


Selengkapnya...

Fire Rescue LATSARNAS IX: Peserta Belajar Tanggap Kebakaran Bersama Damkar Kota Makassar

Fire Rescue LATSARNAS IX: Peserta Belajar Tanggap Kebakaran Bersama Damkar Kota Makassar

Makassar, 28 September 2026  Kemampuan menghadapi situasi darurat menjadi salah satu bekal penting dalam kegiatan LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026. Melalui sesi Fire Rescue, sebanyak 57 peserta LATSARNAS IX mendapatkan pengalaman langsung mengenai penanganan awal kebakaran, penggunaan alat pemadam, hingga pengenalan perlengkapan yang digunakan dalam proses penyelamatan bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar.

Kegiatan berlangsung pada Senin (28/9), mulai pukul 15.45 WITA hingga selesai, bertempat di halaman area Pascasarjana UNM. Sesi ini menghadirkan lima personel Damkar Kota Makassar, yaitu Ismail Abdullah, S.STP., selaku Kepala Bidang Penyelamatan; Idham Khalid Ardiyanto, S.P., selaku Kepala Seksi Pengendali Operasi, Penyelamatan, Evakuasi Kebakaran dan Non Kebakaran; M. Hidayatullah, selaku Operator Layanan Operasional; Irham Intje, selaku Pemadam Kebakaran Pemula; serta Firdaus, selaku Pemadam Kebakaran Pemula.

Mengenal Fire Rescue dan Penanganan Kebakaran

Fire rescue merupakan bagian dari kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat akibat kebakaran. Dalam praktiknya, penanganan kebakaran tidak hanya berkaitan dengan memadamkan api, tetapi juga membutuhkan kemampuan untuk mengenali kondisi, menggunakan perlengkapan yang tepat, menjaga keselamatan diri, serta memahami tindakan penyelamatan yang dapat dilakukan sesuai situasi.

Pemahaman tersebut diperkenalkan kepada peserta melalui pembelajaran yang bersifat praktik. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan dari personel Damkar, tetapi juga melihat secara langsung penggunaan peralatan yang digunakan dalam menghadapi kondisi kebakaran.

Salah satu materi utama dalam sesi Fire Rescue adalah pengenalan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Personel Damkar menjelaskan fungsi APAR serta cara penggunaannya dengan benar. Setelah mendapatkan arahan, peserta kemudian diberikan kesempatan untuk mempraktikkan pemadaman api secara langsung.

Api terlebih dahulu dinyalakan sebagai media simulasi. Peserta kemudian mencoba menggunakan APAR untuk memadamkan api dengan tetap mendapatkan arahan dan pengawasan dari personel Damkar. Praktik ini memberikan gambaran kepada peserta mengenai pentingnya ketepatan tindakan ketika menghadapi kebakaran pada tahap awal.

Mengenal Perlengkapan Penyelamatan Kebakaran

Setelah praktik APAR, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan berbagai perlengkapan yang digunakan petugas Damkar dalam menjalankan tugas penyelamatan. Salah satunya adalah pakaian pelindung yang digunakan dalam kondisi kebakaran dengan paparan asap yang tebal.

Peserta diperkenalkan dengan fungsi perlengkapan tersebut sebelum diberikan kesempatan untuk mencoba mengenakannya. Penggunaan perlengkapan dilakukan di bawah pengawasan langsung personel Damkar sehingga peserta dapat memahami bagaimana perlengkapan keselamatan digunakan dalam situasi kebakaran.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran Fire Rescue. Kondisi kebakaran memiliki risiko yang berbeda-beda sehingga penanganannya membutuhkan kesiapan, perlindungan diri, pemahaman terhadap peralatan, serta tindakan yang terarah.

Belajar Sigap, Bukan Sekadar Berani

Melalui sesi Fire Rescue, peserta LATSARNAS IX diajak memahami bahwa menghadapi kebakaran tidak cukup hanya dengan keberanian. Setiap tindakan membutuhkan pengetahuan mengenai kondisi yang dihadapi, penggunaan alat yang sesuai, serta perhatian terhadap keselamatan diri dan orang lain.

Hal tersebut sejalan dengan peran fire rescue yang menempatkan kemampuan penanganan keadaan darurat dan penyelamatan sebagai bagian penting dalam menghadapi kebakaran. Dalam panduan penyelenggaraan pencarian dan pertolongan Basarnas, penanganan kondisi kebakaran juga melibatkan penggunaan peralatan pemadam tertentu serta mengutamakan keselamatan dalam pelaksanaan operasi. Damkar menjadi salah satu unsur yang memiliki fungsi dalam fire fighting, fire prevention, dan fire investigation.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara berbagai unsur dalam penanganan keadaan darurat. Pengetahuan yang diberikan oleh personel Damkar menjadi pengalaman lapangan bagi peserta untuk memahami bahwa proses penyelamatan membutuhkan kesiapan personel, perlengkapan yang tepat, dan koordinasi yang baik.

Selain peserta, sejumlah panitia turut mendukung pelaksanaan kegiatan. Divisi Pubdok bertanggung jawab dalam mendokumentasikan rangkaian kegiatan, Divisi Kegiatan Umum/Acara turut memastikan konsep kegiatan berjalan sesuai dengan rancangan, sedangkan Divisi Perlengkapan mempersiapkan berbagai kebutuhan yang digunakan selama pelaksanaan Fire Rescue.

Melalui kegiatan ini, peserta LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026 memperoleh pengalaman langsung dalam mengenal penanganan kebakaran, mempraktikkan penggunaan APAR, serta memahami fungsi perlengkapan penyelamatan. Pembelajaran tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk lebih sigap dan siap menghadapi kondisi darurat, khususnya yang berkaitan dengan kebakaran.

Sesi Fire Rescue kemudian ditutup setelah seluruh rangkaian materi, demonstrasi, dan praktik bersama personel Damkar Kota Makassar selesai dilaksanakan.



Citizen : Zulfiqriyah Tul Muaeni

Editor : UKM Pramuka UNM

Selengkapnya...