Wednesday, 30 September 2026

Pemuda Bergerak, Nusantara Berbudaya: Jumpa Tokoh dan Festival Nusantara di LATSARNAS PERTI IX

Pemuda Bergerak, Nusantara Berbudaya: Jumpa Tokoh dan Festival Nusantara di LATSARNAS PERTI IX


Makassar, Rabu, 30 September 2026 — UKM Pramuka UNM — Rangkaian Latihan Search and Rescue Nasional Perguruan Tinggi (LATSARNAS PERTI) IX yang diselenggarakan oleh UKM Pramuka Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menghadirkan ruang pembelajaran bagi peserta melalui agenda Jumpa Tokoh dan Festival Nusantara. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta dari berbagai perguruan tinggi untuk memperluas wawasan kepemudaan, kemanusiaan, sekaligus mengenal keberagaman budaya Indonesia.

Membentuk Pemuda yang Kritis dan Responsif

Agenda Jumpa Tokoh berlangsung dalam dua sesi dengan menghadirkan tokoh yang berpengalaman di bidang kepemudaan dan kemanusiaan. Sesi pertama menghadirkan Muhammad Fauzan, Ketua Harian DPD KNPI Kota Makassar, bersama La Siatta, anggota DPD KNPI Kota Makassar.

Diskusi membahas peran pemuda, khususnya Pramuka Perguruan Tinggi, dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat memberikan kemudahan dalam memperoleh dan menyebarkan informasi, tetapi juga menghadirkan tantangan karena tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya.

Karena itu, peserta diajak untuk tidak mudah menerima informasi di media sosial. Kemampuan memeriksa kebenaran informasi, melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, serta membangun pola pikir kritis menjadi bagian penting yang perlu dimiliki generasi muda.

Bagi mahasiswa dan anggota Pramuka Perguruan Tinggi, kemampuan tersebut sejalan dengan peran sebagai agent of change. Pemuda diharapkan tidak hanya mengetahui persoalan yang terjadi, tetapi juga mampu mengambil peran dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dari Kepedulian Menuju Aksi Kemanusiaan

Sesi kedua menghadirkan Muhammad Ichsan Idris, Koordinator Satuan Reaksi Cepat Satgas Pramuka Peduli Sulawesi Selatan. Pengalamannya dalam kegiatan kemanusiaan, termasuk keterlibatan Satgas Pramuka Peduli Sulawesi Selatan dalam penanganan pandemi COVID-19 serta penerimaan Lencana Karya Bakti, menjadi pembelajaran bagi peserta LATSARNAS PERTI IX.



Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bahwa kepedulian terhadap bencana harus diwujudkan melalui tindakan ya

ng cepat, tepat, terukur, dan bertanggung jawab. Penanganan bencana juga membutuhkan persiapan, bukan sekadar keberanian untuk turun ke lokasi.

Seorang relawan perlu memiliki pengetahuan, keterampilan, kesiapan fisik dan mental, kemampuan bekerja sama, serta memahami batas kemampuan diri agar mampu menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Pembahasan tersebut memperkuat peran Pramuka Perguruan Tinggi dalam membangun kapasitas relawan muda. Melalui pendidikan, pelatihan kebencanaan, simulasi, dan pengalaman lapangan, mahasiswa dapat dipersiapkan untuk berperan dalam upaya penanggulangan bencana, mulai dari kesiapsiagaan hingga pemulihan pascabencana.

Dua sesi Jumpa Tokoh tersebut mempertemukan dua hal penting dalam diri pemuda, yaitu kemampuan berpikir dan keberanian untuk bergerak. Pemuda tidak cukup hanya mengetahui persoalan, tetapi juga perlu memahami langkah yang dapat dilakukan untuk memberikan solusi.

Festival Nusantara, Kenalkan Kekayaan Budaya Daerah

Setelah agenda Jumpa Tokoh, rangkaian malam dilanjutkan dengan Festival Nusantara. Peserta dari sejumlah perguruan tinggi menampilkan identitas daerah masing-masing melalui pakaian adat, tarian, puisi, lagu, dan makanan tradisional.


Universitas Muhammadiyah Bone menampilkan Angngaru dengan pakaian adat Bone, lengkap dengan Songkok Recca dan baju adat Tockko, serta puisi bernuansa Bugis. Universitas Sebelas Maret memperkenalkan budaya Jawa Tengah melalui geguritan “Aku Bocah Jowo”, fashion show beskap dan kebaya, tari kreasi dengan iringan lagu dolanan, serta makanan tradisional intip.

Dari Kalimantan Timur, Universitas Mulawarman memperkenalkan pakaian adat Dayak Tengah dan Kutai Pesisir, tari kreasi Dayak “Suara Rimba Suharto”, serta makanan khas amplang. Sementara itu, Politeknik Sorowako membawa budaya Luwu Timur melalui Tari Dero, makanan ikan crispy pangkilang, serta pakaian adat Monsado lengkap dengan aksesori tradisionalnya.

STAI Yamra Merauke dan Universitas Negeri Gorontalo turut mengambil bagian dengan menampilkan kekayaan budaya dari daerah masing-masing.


Melalui Jumpa Tokoh dan Festival Nusantara, LATSARNAS PERTI IX tidak hanya memberikan pengalaman dalam bidang pencarian dan penyelamatan, tetapi juga membangun wawasan kepemudaan, kepedulian sosial, semangat kemanusiaan, serta penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.

Rangkaian ini menunjukkan bahwa Pramuka Perguruan Tinggi memiliki ruang untuk berpikir, bergerak, dan berkontribusi. Dari keberagaman tumbuh persaudaraan, sementara dari kepedulian lahir aksi nyata.

Pemuda yang berpikir, Pramuka yang bergerak.




Citizen : Zyair Muzyaitir

Editor : Humas UKM Pramuka UNM


Load disqus comments

0 comments