Sunday, 11 January 2026

KMD Golongan Penggalang dan Penegak Pramuka UNM Resmi Dibuka


Makassar, 12 Januari 2026 – Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Golongan Penggalang dan Penegak yang diselenggarakan oleh Pramuka Universitas Negeri Makassar (UNM) bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan resmi dibuka pada Senin, 12 Januari 2026. 

Kegiatan ini berlangsung di Menara Phinisi UNM, tepatnya di Ruang Seminar LP2M UNM lantai 10.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Pusdiklatda Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan yang hadir mewakili Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan. Sebelum pembukaan, kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan Ketua Gugus Depan Pramuka UNM dan Anggota Majelis Pembimbing Gugus Depan.

KMD ini diikuti oleh 80 peserta putra dan putri dari berbagai Gugus Depan, Kwartir Ranting, dan Kwartir Cabang di wilayah Sulawesi Selatan. Para peserta akan mengikuti rangkaian kursus selama enam hari, mulai 12 hingga 17 Januari 2026, dengan sistem pembelajaran indoor dan outdoor.

Ketua Gugus Depan Pramuka UNM yang diwakili oleh Pembina Racana Opu Daeng Risadju, Kak Sumiati Patimari dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama yang terjalin antara Pramuka UNM dan Pusdiklatda Sulawesi Selatan. Ia menegaskan bahwa berkat sinergi tersebut, pelaksanaan KMD Tingkat Dasar dapat terlaksana dengan baik dan menjadi wadah peningkatan kompetensi calon pembina pramuka, khususnya di golongan Penggalang dan Penegak.

Sementara itu, perwakilan Majelis Pembimbing Gugus Depan Pramuka Universitas Negeri Makassar juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan KMD kali ini. Ia menekankan bahwa sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan tenaga pendidik, Universitas Negeri Makassar memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong penguatan profesionalisme mahasiswa dan alumninya. KMD dipandang sebagai salah satu sarana penting untuk membentuk karakter, kepemimpinan, serta kompetensi pembinaan generasi muda. Ke depan, Mabigus berharap pelaksanaan kursus tidak hanya berhenti pada tingkat dasar, tetapi dapat berlanjut hingga Kursus Pembina Mahir Tingkat Lanjutan (KML) dan Kursus Pelatih Pembina Pramuka.

Kepala Pusdiklatda Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan dalam sambutannya menegaskan bahwa KMD merupakan fondasi penting bagi setiap calon pembina pramuka. Melalui kursus ini, peserta diharapkan mampu memahami sistem pendidikan kepramukaan secara utuh serta mampu menerapkannya dalam membina peserta didik di gugus depan masing-masing.

Pembukaan KMD Golongan Penggalang dan Penegak Pramuka UNM Tahun 2026 menegaskan kuatnya sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan Gerakan Pramuka dalam mencetak pembina yang profesional, berkarakter, dan berkompeten. Dengan dukungan Pusdiklatda dan komitmen UNM, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pembinaan pramuka di Sulawesi Selatan serta menyiapkan generasi pembina yang siap mengabdi dan mendidik generasi muda Indonesia.

Cr & Editor : Humas UKM Pramuka UNM

Selengkapnya...

Thursday, 8 January 2026

Sinergi UKM Pramuka UNM dan Masyarakat Bontomanurung dalam Pengembangan Ekonomi dan Pariwisata Desa

Eksplor Wisata Pohon Pinus

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas Negeri Makassar (UNM) -  Melaksanakan kegiatan bina desa di Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program tahunan bina desa yang bertujuan untuk membangun kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa, dengan fokus pada bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan dan pariwsata. 

Desa Bontomanurung, yang terletak di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, merupakan salah satu wilayah yang kaya akan pegunungan, pohon pinus dan pohon aren dan kaya akan sumber daya alam, seperti Jagung, padi dan khususnya pohon aren yang melimpah d desa bontonmanurung. Pohon aren menjadi bahan baku utama produksi gula aren. Pohon aren ini tumbuh subur di lahan-lahan perbukitan dan kebun-kebun milik warga yang ada di desa, serta iklim tropis yang lembab dan tanah yang subur, menciptakan ekosistem yang baik untuk pertumbuhan pohon aren. 

UKM Pramuka UNM di bina desa tahun 2025 mendapat kesempatan untuk melihat proses pengolahan gula aren di salah satuh kebun milik warga, dalam perjalannya menempuh jarak yang sangat jauh dari pemukiman warga. Sesampainya di lokasi proses pengambilan nira membutuhan kehati hatian krena harus memanjat pohon aren yang tinggi. Setelah nira di ambil anggota pramuka ukm pramuka unm di ajak ke rumah produksi sederhana yang dimiliki ibu mila yang juga melakukan aktivitas ekonomi dalam pembuatan gula aren. Beliau menyampaikan untuk membuat air nira sampai menjadi aren membutuhkan waktu 1 hari pengerjaan.

"proses nya sangat lama mulai dari akses menuju lokasi jalan kaki, sampai nya di lokasi harus memanjat, merebus air nira selama 8 jam sampai tesktur nya kenyal dan berubah warna menjadi coklat, tidak sampai disitu lalu di tuangkan ke wadah dan menuggu selama 6 jam untuk mendapatkan gula aren yang bisa di komsumsi" lanjut nya.

Namun di tengah kesulitan masyarakat dalam mengelola hasil alam, masyrakat belum mampu untuk memasarkan gula aren nya secara luas karena belum memiliki legalitas terhadap produk yang d hasilkan. Untuk itu UKM PRAMUKA UNM hadir memberikan solusi terhadap permasalahan permasalahan yang di alami oleh masyarakat dengan memberikan pelatihan pelatihan ekonomi yang dapat menumbuhkan pemahaman kepada masyarakat terkat dengan membuat suatu produk yang bukan hanya bisa di jual belikan antar rumah namun bisa juga di pasarkan di luar daerah hingga manca negara. 

Pelatihan Pengelolaan Pariwisata

Selain mengeksplor pengolahan gula aren ukm pramuka unm melakukan pelatihan pariwisata untuk kelompok pemuda, pok darwis dan masyarakat untuk pengelolaan wisata yang ada di desa bontomanurung kabupaten maros . Pelathan ini d bawakan langsung oleh bapak kepala dinas pariwisata kabupaten maros bapak H. Suward Sawedi S.E, M,SI. Harapannya tempat tempat wisata yang ada di kabupaten maros seperti gunung monrolo, pohon pinus bisa menarik perhatian wisatawan untuk hadir dan menjadikan maros sebagai tempat wisata yang terkenal baik di dalam negeri maupun mancanegara. 

Getah Pinus

Untuk itu UKM Pramuka UNM melalui kegiatan bina desa ini terus berupaya melakukan program program yang dapat menjadi jembatan perubahan terhadap potensi potensi yang dimilki desa bontomanurung khusus nya dalam bidang pariwisata. 

Citizen Report: Aidil Siddiq

Editor: Humas UKM Pramuka UNM

Selengkapnya...

Dorong Inovasi Pertanian, UKM Pramuka UNM Gelar Pelatihan Pertanian Modern di Desa Bontomanurung

Pelatihan Pertanian Modern

Maros, 16 Desember 2025 – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Pelatihan Pertanian Modern di Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bina Desa yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat desa di bidang pertanian.

Desa Bontomanurung dikenal memiliki potensi sumber daya alam yang cukup beragam. Salah satu potensi tersebut adalah tanaman aren yang dikelola oleh petani aren setempat dan dijadikan sebagai salah satu mata pencaharian masyarakat desa. Hasil olahan aren menjadi sumber penghasilan yang menopang kehidupan warga, sehingga sektor ini memiliki peran penting dalam perekonomian desa.

Pelatihan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Bontomanurung ini diikuti oleh masyarakat desa, termasuk para petani aren yang secara aktif mengelola tanaman aren. Kehadiran petani aren dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengembangan pertanian modern juga diharapkan mampu menjangkau dan mendukung pengelolaan komoditas lokal yang sudah lama menjadi tumpuan ekonomi masyarakat.Narasumber yang hadir berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Maros dan memiliki pengalaman di bidang pertanian modern.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai metode dan teknologi pertanian modern dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Selain penyampaian materi, narasumber juga menyampaikan rencana dan harapan untuk membentuk program pertanian modern di Desa Bontomanurung. Program ini diharapkan dapat menjadi wadah pendampingan bagi masyarakat desa, khususnya petani aren, agar pengelolaan pertanian dapat dilakukan secara lebih terencana, efektif, dan berkelanjutan

Petani Aren Desa Bonto Manurung

Melalui kegiatan ini, UKM Pramuka UNM berharap masyarakat Desa Bontomanurung semakin terbuka terhadap inovasi dan mampu mengoptimalkan potensi lokal, termasuk sektor pertanian aren, sebagai mata pencaharian yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.

Citizen Report: Ummu pratiwi & M. Irghi Ulil Setiawan Saleh

Editor: Humas UKM Pramuka UNM

Selengkapnya...

Pramuka Berdampak: UKM Pramuka UNM Sentuh Pendidikan Desa Bonto Manurung

Kelas Bakat

UKM Pramuka Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan Bina Desa Tahun 2025 di Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian, sekaligus bentuk komitmen UKM Pramuka UNM dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa.

Salah satu fokus utama dalam kegiatan Bina Desa 2025 adalah bidang pendidikan , yang dirancang untuk memberikan kontribusi langsung kepada peserta didik di Desa Bonto Manurung. Berbagai program edukatif dan kreatif dilaksanakan dengan tujuan menanamkan nilai karakter, meningkatkan keterampilan, serta memperluas wawasan siswa-siswi.

Sebelum rangkaian kegiatan pendidikan dimulai, salah satu guru setempat, Pak Alam selaku guru SMPN SATAP Desa Bonto Manurung , memberikan Berbagai pembuka yang penuh semangat. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kesungguhan peserta didik dalam menyerap ilmu dan pengalaman baru selama kegiatan berlangsung. “Silakan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Patuhi Arah yang diberikan oleh kakak-kakak dari UKM Pramuka UNM agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi kita semua,” ujar beliau, yang sekaligus menjadi motivasi bagi para siswa.

Program Pramuka Mengajar menjadi kegiatan unggulan dalam bidang pendidikan. Melalui program ini, UKM Pramuka UNM menghadirkan pembelajaran kepramukaan yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Materi yang diberikan tidak hanya terfokus pada pengetahuan kepramukaan, tetapi juga pada pembentukan karakter seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Selain itu, UKM Pramuka UNM juga menyelenggarakan pelatihan ecoprint sebagai bentuk pembelajaran berbasis kreativitas dan kepedulian lingkungan. Pelatihan ini memperkenalkan teknik menghias kain dengan memanfaatkan bahan alami dari lingkungan sekitar. Kegiatan ecoprint dipilih karena memiliki nilai edukatif dan ekonomi, di mana peserta didik dilatih untuk berkreasi, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mengenal peluang wirausaha berbasis produk ramah lingkungan.

Dalam rangka mendukung pengembangan potensi individu, UKM Pramuka UNM turut menghadirkan Kelas Bakat sebagai wadah bagi siswa-siswi untuk mengenali dan mengembangkan bakat yang dimiliki. Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk lebih percaya diri, berani mengekspresikan diri, serta mampu berinteraksi dan bekerja secara positif dengan teman sebaya.

Kelas Inspirasi

Sementara itu, Kelas Inspirasi menghadirkan narasumber yang kompeten untuk memperluas wawasan peserta didik. Perwakilan dari BPBD Kabupaten Maros memberikan edukasi tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana sebagai bekal penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, Perpustakaan UNM melalui program perpustakaan keliling memperkenalkan budaya literasi serta menumbuhkan minat baca siswa-siswi sebagai jendela pengetahuan. Kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran, kesiapan diri, dan semangat belajar sejak dini.

Seluruh rangkaian kegiatan bidang pendidikan dalam Bina Desa 2025 tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik di Desa Bonto Manurung, tetapi juga menjadi proses pelatihan bagi anggota UKM Pramuka UNM. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata prinsip Bina Diri, Bina Satuan, dan Bina Masyarakat, sekaligus mendukung beberapa poin Syarat Kecakapan Umum (SKU).

Melalui kegiatan Bina Desa 2025, UKM Pramuka UNM berharap pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperolehnya dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Bonto Manurung. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari semangat “Desa Berdaya, Pramuka Berdampak” , sebagai komitmen UKM Pramuka UNM dalam menghadirkan pengabdian yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga bermakna dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Citizen Report: Wiska Putri Ayu

Editor: Humas UKM Pramuka UNM

Selengkapnya...

Akses Kesehatan Terbatas, UKM Pramuka UNM lakukan aksi nyata di Desa Bonto Manurung

Penyuluhan Desa Sehat

Maros, 16 Desember 2025 – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar program penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Kegiatan ini merupakan bagian dari program bina desa yang bertujuan memberdayakan masyarakat di bidang kesehatan.

Kegiatan yang berlangsung di kantor desa ini mendapat sambutan antusias dari warga setempat. Puluhan masyarakat dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, datang untuk mengikuti rangkaian kegiatan kesehatan yang diberikan secara gratis. Tim Kesehatan memberikan penyuluhan dengan materi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa yaitu pentingnya Imunisasi dan Bahaya Stunting.

"Kami berharap masyarakat bisa mengetahui pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. karena mencegah lebih baik daripada mengobati," ujar salah seorang tim yang terlibat dalam kegiatan penyuluhan ini.

Selain penyuluhan, masyarakat juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, pengukuran berat dan tinggi badan serta pemberian obat-obatan, hingga konsultasi kesehatan umum. Pemeriksaan ini dilakukan oleh tim kesehatan dari puskemas.

Program Kesehatan Gratis

Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis ini, mengingat tidak semua warga memiliki akses mudah ke fasilitas kesehatan.

"Alhamdulillah, kami sangat senang dengan kegiatan ini. Kami jadi tahu kondisi kesehatan kami dan bagaimana cara menjaga kesehatan yang baik.” ungkap salah seorang warga yang mengikuti pemeriksaan.

Kepala Desa Bonto Manurung juga menyambut baik kehadiran UKM Pramuka UNM. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.

Program bina desa yang mengusung tema "Desa Berdaya, Pramuka Berdampak" ini merupakan wujud nyata dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, anggota UKM Pramuka UNM tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di kampus, tetapi juga mengembangkan jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial sesuai dengan nilai-nilai kepramukaan.

UKM Pramuka UNM berkomitmen untuk terus melanjutkan program pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat desa yang lebih sehat dan sejahtera.

Citizen Report: Nur Fadila

Editor: Humas UKM Pramuka UNM

Selengkapnya...

Sunday, 4 January 2026

Profil Dewan Ambalan Ranggong Dg. Romo

Gugusdepan Kota Makassar 08-095

Pangkalan Universitas Negeri Makassar

Masa Bakti 2024-2025


1. Pradana

Nama : Riswandi

Nama Panggilan : Wandi

Tempat, Tanggal Lahir : Takalar, 03 Agustus 2005

Agama : Islam

Alamat : Desa Bontolanra, Kec. Galesong Utara

Jurusan/Prodi : Pendidikan Teknik Otomotif

Hoby : Mendaki

Motto : Berani, Setia, dan Berbakti! 

Ig/Fb : waann549

2. Pemangku Adat

Nama : Muh. Rahman Nur Handa

Nama Panggilan : Ammank

Tempat, Tanggal Lahir : Batu Lappa Sidrap, 25 Februari 2005

Agama : Islam

Alamat : Jl Bonto Langkasa

Jurusan/Prodi : PENJASKESREK

Hoby : Berenang

Motto : Adab di Atas Ilmu

Ig/Fb : _ammank03

3. Kerani

Nama : Muh Arman Syahrir

Nama Panggilan : Ankal

Tempat, Tanggal Lahir : Bontomanai, 04 September 2005

Agama : Islam

Alamat : Jl Bonto Langkasa

Jurusan/Prodi : Sastra Indonesia

Hoby : Mendaki

Motto : Dimana kaki berpijak, disitu adab dijunjung

Ig/Fb : anbukalana

4. Bendahara

Nama : Andi Sadewa

Nama Panggilan : Dewa

Tempat, Tanggal Lahir : Barru, 07 September 2006

Agama : Islam

Alamat : Jl Bonto Langkasa

Jurusan/Prodi : Teknologi Pendidikan

Hoby : Membaca

Motto : -

Ig/Fb : dew4a_

5. Bidang Kegiatan dan Latihan

Nama : M. Irgi Ulil Setiawan Saleh

Nama Panggilan : Irgi

Tempat, Tanggal Lahir : Takalar, 17 November 2006

Agama : Islam

Alamat : -

Jurusan/Prodi : Teknologi Pendidikan

Hoby : -

Motto : -

Ig/Fb : -



Selengkapnya...

Profil Dewan Ambalan Opu Dg. Risadju

Gugusdepan Kota Makassar 08-096

Pangkalan Universitas Negeri Makassar

Masa Bakti 2024-2025


1. Pradana

Nama : Riadil Agra Cenrana

Nama Panggilan : Nanang

Tempat, Tanggal Lahir : Makassar, 23 April 2005

Agama : Islam

Alamat : 

Jurusan/Prodi : PGSD

Hoby : Berpuisi

Motto : Sebuah masalah tidak akan pernah menjadi sulit apabila kamu bisa melewatinya dengan kesabaran dan keikhlasan

Ig/Fb : riadilagrac

2. Pemangku Adat

Nama : Ummu Pratiwi

Nama Panggilan : Ummu

Tempat, Tanggal Lahir : Jeneponto, 06 Desember 2006

Agama : Islam

Alamat : 

Jurusan/Prodi : Sosiologi

Hoby : Menulis

Motto : Keberanian untuk memulai adalah langkah pertama menuju keberhasilan

Ig/Fb : ummu_pratiwi

3. Kerani

Nama : Irna Trisnawati

Nama Panggilan : Irna

Tempat, Tanggal Lahir : Jeneponto, 23 Mei 2007

Agama : Islam

Alamat : Jl. Tidung

Jurusan/Prodi : Teknologi Pendidikan

Hoby : Memasak

Motto : -

Ig/Fb : Irna.azz

4. Bendahara

Nama : Asya Zahra

Nama Panggilan : Zahra

Tempat, Tanggal Lahir : Maros, 11 Januari 2005

Agama : Islam

Alamat : Jl. Buldozer

Jurusan/Prodi : Teknik Pertanian

Hoby : Menari

Motto : Kegagalan adalah baru loncatan menuju kesuksesan

Ig/Fb : sya_zra_

5. Bidang Kegiatan dan Latihan

Nama : Isdwinda Maharani

Nama Panggilan : Inda

Tempat, Tanggal Lahir : Lapasa, 25 Februari 2006

Agama : Islam

Alamat : -

Jurusan/Prodi : Ilmu Administrasi Negara

Hoby : Make up

Motto : Fokuslah untuk mencapai impianmu, meskipun banyak hal menarik dalam perjalanannya

Ig/Fb : indaaamhrn_


Selengkapnya...

Profil Dewan Racana Opu Dg. Risadju

Gugusdepan Kota Makassar 08-096

Pangkalan Universitas Negeri Makassar

Masa Bakti 2024-2025


1. Ketua Dewan

Nama : A. Saskia Dwi Afika Idrus

Nama Panggilan : Kiaa

Tempat, Tanggal Lahir : Bulukumba, 30 April 2003

Agama : Islam

Alamat : Jl. Let. Jend. Andi Mappaoddang

Jurusan/Prodi : Ilmu Administrasi Negara

Hoby : Menulis

Motto : Inna Maal Usri Yusro

Ig/Fb : asskdaidrs

2. Pemangku Adat

Nama : Ria Resmi Fauzia Askari

Nama Panggilan : Ciko

Tempat, Tanggal Lahir : Tinambung Pamboang, 20 Mei 2002

Agama : Islam

Alamat : -

Jurusan/Prodi : Psikologi

Hoby : Mendengarkan Musik

Motto : Bergerak lambat, tapi tiba

Ig/Fb : -

3. Sekretaris

Nama : Alda Pranastuti

Nama Panggilan : Alda

Tempat, Tanggal Lahir : Kire, 23 Mei 2003

Agama : Islam

Alamat : -

Jurusan/Prodi : Geografi

Hoby : Mendaki

Motto : Bertumbuh dalam proses, tetap membumi dalam setiap langkah

Ig/Fb : Alda_Prsty

4. Bendahara

Nama : Siti Aliana

Nama Panggilan : Abii

Tempat, Tanggal Lahir : Sepang, 02 Februari 2004

Agama : Islam

Alamat : -

Jurusan/Prodi : PGSD

Hoby : Mendaki

Motto : The glass is still empty let's fill it in

Ig/Fb : sitialiana22

5. Bidang Kegiatan dan Latihan

Nama : Nabila Azisyafii

Nama Panggilan : Nabila

Tempat, Tanggal Lahir : -

Agama : Islam

Alamat : Citraland

Jurusan/Prodi : Bimbingan dan Konseling

Hoby : Memasak

Motto : Insya Allah, Man Jadda WA Jadda

Ig/Fb : nabilaazisyafii

6. Bidang Evaluasi, Pengembangan, dan Hubungan Masyarakat

Nama : Sri Amanda

Nama Panggilan : Manda

Tempat, Tanggal Lahir : -

Agama : Islam

Alamat : Jl. Karunrung

Jurusan/Prodi : Pendidikan Matematika

Hoby : Membaca

Motto : Jalani, Nikmati, Syukuri

Ig/Fb : srimndaa

7. Bidang Rumah Tangga

Nama : A. NIFTAH

Nama Panggilan : Anip

Tempat, Tanggal Lahir : Sinjai, 10 Januari 2004

Agama : Islam

Alamat : Jl. Sultan Alauddin

Jurusan/Prodi : Pendidikan Bahasa Inggris

Hoby : Membaca

Motto : There is always something left to love

Ig/Fb : a_nftaa

Selengkapnya...

Profil Dewan Racana Ranggong Dg. Romo

Gugusdepan Kota Makassar 08-095

Pangkalan Universitas Negeri Makassar

Masa Bakti 2024-2025


1. Ketua Dewan


Nama : Muhammad Fahrul

Nama Panggilan : Allu

Tempat, Tanggal Lahir : Bone, 18 September 2002

Agama : Islam

Alamat : Jl Bonto Langkasa

Jurusan/Prodi : Teknologi Pendidikan

Hoby : Traveling

Motto : Bermimpilah dalam hidup jangan hidup untuk bermimpi

Ig/Fb : _allu.ul

2. Pemangku Adat


Nama : Zyair Muzyaitir

Nama Panggilan : Tayo

Tempat, Tanggal Lahir : 

Agama : Islam

Alamat : Jl Bonto Langkasa

Jurusan/Prodi : Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer

Hoby : Traveling

Motto : AD MAIORA NATUS SUM

Ig/Fb : _muzyaitir

3. Sekretaris


Nama : Muh. Aswar

Nama Panggilan : Aswar

Tempat, Tanggal Lahir : Bantaeng, 19 November 2002

Agama : Islam

Alamat : Jl. Perintis Kemerdekaan

Jurusan/Prodi : PENJASKESREK KE-SDan

Hoby : Bersepeda

Motto : Yang pelan juga punya tujuan

Ig/Fb : mhdaswarrr

4. Bendahara


Nama : Sandi

Nama Panggilan : Sandi

Tempat, Tanggal Lahir : Lappulla, 17 Januari 2004

Agama : Islam

Alamat : Jl. Dg. Tata

Jurusan/Prodi : Geografi

Hoby : Traveling

Motto : Tetap Strike Pada Tujuan, Jangan Dip Oleh Keadaan

Ig/Fb : sandiwhara_

5. Bidang Kegiatan dan Latihan


Nama : Syahrul Asyir

Nama Panggilan : Asyir

Tempat, Tanggal Lahir : Sinjai, 27 November 2004

Agama : Islam

Alamat : Gowa

Jurusan/Prodi : PENJASKESREK

Hoby : Futsal

Motto : Jika proses adalah luka, maka bertahanlah atas nama cinta

Ig/Fb : Syhruuull_26

6. Bidang Evaluasi, Pengembangan, dan Hubungan Masyarakat


Nama : M. Yusuf Muammar Syarif

Nama Panggilan : Ucu

Tempat, Tanggal Lahir : Makassar, 08 November 2004

Agama : Islam

Alamat : -

Jurusan/Prodi : Desain Komunikasi Visual

Hoby : Bersepeda

Motto : La mejor kamera de predecir el futuro es crearlo

Ig/Fb : yusufsyrif_

7. Bidang Rumah Tangga


Nama : Aidil Sidiq

Nama Panggilan : Aidil

Tempat, Tanggal Lahir : Bajoe, 15 September 2004

Agama : Islam

Alamat : Jl. Monginsidi

Jurusan/Prodi : Sosiologi

Hoby : Membaca

Motto : Hal hal yang indah tidak lahir dari langkah yang mudah

Ig/Fb : aidilsidiq_

Selengkapnya...

Thursday, 4 December 2025

Saat Dunia Bingung, Indonesia Bergerak: Peran Kunci RI dalam Krisis Rohingya 2025

 Tahun ini, dunia kembali menoleh ke Asia Tenggara setelah isu Rohingya kembali mengemuka. Gelombang pengungsi yang kembali masuk ke wilayah Indonesia dan negara-negara tetangga seakan menjadi pengingat bahwa krisis kemanusiaan ini belum selesai. Namun di tengah kebingungan global, Indonesia menjadi salah satu negara yang justru bergerak dan mengambil posisi penting—baik melalui ASEAN maupun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sejak awal 2025, sejumlah laporan internasional menyebut bahwa kondisi pengungsi Rohingya di kamp-kamp penampungan semakin buruk. Ribuan dari mereka mencoba mencari perlindungan dengan mengarungi laut menggunakan kapal kecil. Beberapa di antaranya terdampar di Aceh dan Sumatera, membuat Indonesia kembali bersentuhan langsung dengan dampak krisis tersebut. Namun alih-alih menghindar, Indonesia justru memandang ini sebagai panggilan untuk memperkuat peran diplomasi regional dan globalnya.

Di ASEAN, Indonesia kembali tampil sebagai negara yang berani mengambil inisiatif. Setelah beberapa negara ASEAN memilih diam atau mengambil sikap “menjaga jarak”, Indonesia menghidupkan kembali upaya mendorong Five-Point Consensus—kerangka kerja yang disepakati ASEAN untuk menyelesaikan krisis Myanmar tanpa kekerasan. Indonesia melakukan diplomasi sunyi dengan berbagai aktor politik di Myanmar, mulai dari pihak militer, kelompok etnis bersenjata, hingga perwakilan masyarakat sipil. Pendekatan ini mungkin tidak terlihat mencolok, tetapi justru itulah kekuatannya: Indonesia bergerak ketika banyak negara lain memilih menunggu.

Tahun ini juga menegaskan betapa pentingnya peran Indonesia sebagai “penjaga stabilitas kawasan”. Situasi di Myanmar menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik internal dapat menjalar ke negara-negara ASEAN lain, termasuk dalam bentuk arus pengungsi besar-besaran. Indonesia mendorong agar ASEAN tidak membiarkan isu ini menggerogoti solidaritas kawasan. Melalui berbagai pertemuan tingkat menteri dan pertemuan informal, Indonesia membantu menyatukan pandangan negara-negara anggota agar tetap berada pada satu garis kebijakan.

Ini penting, karena tanpa persatuan ASEAN, isu Rohingya mudah menjadi alat politik yang memecah negara-negara di Asia Tenggara.

Sementara itu, di tingkat global, Indonesia tidak berhenti di meja ASEAN. Di PBB, Indonesia berulang kali menyuarakan pentingnya melihat krisis Rohingya sebagai persoalan kemanusiaan yang membutuhkan solusi dunia. Dalam sidang-sidang Majelis Umum maupun komite-komite HAM, delegasi Indonesia menekankan bahwa penderitaan Rohingya bukan hanya angka statistik, tetapi nyawa manusia yang perlu dilindungi.

Yang membuat suara Indonesia kuat adalah rekam jejaknya. Selama puluhan tahun, Indonesia terlibat aktif dalam misi perdamaian PBB melalui Pasukan Garuda—mulai dari Timur Tengah hingga Afrika. Reputasi ini membuat negara-negara lain melihat Indonesia bukan sebagai pengamat, melainkan sebagai negara yang memahami kerja nyata di lapangan. Karena itu, ketika Indonesia mendorong lahirnya pernyataan-pernyataan resmi PBB mengenai perlindungan Rohingya, dunia lebih mudah mendengar.

Indonesia juga menjadi jembatan antara ASEAN dan dunia internasional. Ketika ASEAN terasa ragu berbuat banyak, Indonesia menyampaikan pandangan kawasan itu ke PBB, memastikan bahwa negara-negara besar tidak hanya melihat krisis ini sebagai urusan Myanmar semata, tetapi sebagai tragedi kemanusiaan yang harus ditangani bersama. Dalam banyak kesempatan, Indonesia menekankan pentingnya membuka akses bantuan internasional ke wilayah-wilayah yang paling terdampak, termasuk kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh.

Di sisi domestik, Indonesia menindaklanjuti komitmen kemanusiaan ini dengan tetap menerima para pengungsi yang terdampar, meskipun situasi ekonomi dan keamanan dalam negeri juga menantang. Sikap ini menjadi bukti bahwa diplomasi kemanusiaan Indonesia tidak hanya berhenti di forum internasional, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata.

Melihat perkembangan selama 2025, tampak jelas bahwa peran Indonesia dalam krisis Rohingya bukan sekadar “ikut serta”, tetapi menjadi salah satu penggerak utama upaya penyelesaian damai. Indonesia berperan sebagai mediator, penyeimbang, dan suara moral—tiga peran penting yang jarang bisa dilakukan sekaligus oleh negara lain di kawasan ini.

Di tengah dunia yang sering bingung menentukan sikap terhadap isu Rohingya, Indonesia justru menunjukkan arah. Dan di tengah tantangan besar kawasan, suara Indonesia menjadi pengingat bahwa diplomasi bukan hanya soal politik, tetapi soal kemanusiaan yang harus terus diperjuangkan.

Citizen Report: Juriasari

Editor: Humas UKM Pramuka UNM

Selengkapnya...

Dari Sumpah ke Aksi: Pemuda Sulsel Menjaga Arti Kemerdekaan dan Simbol Nasional di Tengah Tantangan Baru

Setiap kali kita membahas soal kemerdekaan, biasanya pikiran langsung terbang ke masa lalu: para pejuang, Proklamasi 17 Agustus 1945, atau peristiwa legendaris Rengasdengklok. Tapi menariknya, semangat itu ternyata tidak berhenti di generasi terdahulu. Di berbagai sudut Sulawesi Selatan, kita bisa melihat bahwa pemuda hari ini masih terus memaknai kemerdekaan, meski tantangannya sudah jauh berbeda dari para pendahulu.

Di Makassar,suasana peringatan Sumpah Pemuda beberapa waktu lalu sempat ramai bukan hanya oleh upacara, tetapi juga oleh aksi pemuda yang turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan mereka. Ada yang menyoroti ekonomi, ada yang bicara soal lingkungan, ada pula yang menuntut penegakan aturan di sektor tambang. Beberapa demonstrasi bahkan memicu kepadatan lalu lintas dan perhatian publik. Ini menunjukkan bahwa pemuda Sulsel tidak tinggal diam menghadapi persoalan di sekitar mereka; mereka merasa punya hak dan kewajiban untuk terlibat.

Fenomena ini sebenarnya sejalan dengan pandangan Benedict Anderson tentang “imagined community”, bahwa suatu bangsa tidak hanya berdiri karena wilayah dan pemerintah, tetapi juga karena rasa kebersamaan yang dibangun lewat simbol, narasi, dan aksi kolektif. Saat pemuda Sulsel menyuarakan pendapatnya, mereka sedang menunjukkan bahwa rasa memiliki terhadap Indonesia itu nyata, bukan sekadar tulisan di buku pelajaran.

Namun, tentu saja semangat partisipatif itu lahir dari situasi riil yang dialami pemuda. Tantangan yang mereka hadapi sekarang tidak ringan. Di beberapa wilayah Sulawesi Selatan, isu pengangguran masih menjadi masalah serius. Banyak anak muda merasa kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak, sehingga mereka mencari ruang lain untuk mengekspresikan gagasan mulai dari aktivitas sosial sampai unjuk rasa. Kondisi ini membuat suara pemuda semakin lantang karena mereka ingin perubahan dengan cara yang mereka pahami.

Belum lagi soal lingkungan dan konflik tambang yang ikut mengguncang beberapa kabupaten. Ketika pemuda ikut menolak aktivitas tambang yang dianggap merusak lingkungan atau merugikan masyarakat, itu menunjukkan bahwa mereka peduli pada masa depan daerahnya. Mereka ingin pembangunan berjalan, tapi bukan dengan mengorbankan keselamatan warga atau kelestarian alam. Sikap kritis seperti ini sebenarnya justru sejalan dengan semangat kemerdekaan: berani menyuarakan kebenaran demi kebaikan bersama.

Di sisi lain, ancaman radikalisasi yang sempat terjadi di wilayah seperti Gowa juga membuat banyak pihak semakin sadar pentingnya literasi digital dan pendampingan pemuda. Zaman sekarang, ujaran kebencian dan paham ekstrem bisa menyelinap lewat media sosial, dan karena itulah generasi muda perlu dibekali kemampuan memilah informasi. Kalau tidak, mereka bisa mudah terjebak narasi yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.

Dalam konteks menjaga identitas nasional, simbol-simbol negara seperti Garuda Pancasila, Sang Merah Putih, dan lagu Indonesia Raya memegang peran penting. Simbol ini bukan sekadar hiasan di dinding kantor atau atribut upacara sekolah—mereka adalah pengingat jati diri bangsa. Banyak orang hafal jumlah bulu Garuda atau susunan warna bendera, tetapi tidak semua memahami maknanya. Padahal di situlah kekuatan simbol: ia menyatukan bangsa yang beragam, dari Toraja sampai Selayar, dari Makassar sampai Pinrang, dalam satu kesadaran yang sama.

Ketika pemuda mengenali makna simbol nasional, mereka jadi lebih paham bahwa perjuangan tidak berhenti pada upacara, tetapi hidup dalam tindakan sehari-hari: menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan berkontribusi sesuai kemampuan.Pemahaman simbolik ini membantu menanamkan karakter, bukan sekadar hafalan pasif. 

Di Sulawesi Selatan, banyak pemuda kini mulai bergerak lewat ruang-ruang baru. Ada yang mengembangkan UMKM digital, ada yang menginisiasi kegiatan penghijauan, ada pula yang membangun komunitas literasi dan ruang diskusi untuk edukasi publik. Ini menunjukkan bahwa peran pemuda tidak sebatas turun ke jalan, tetapi juga membangun solusi nyata yang berdampak bagi masyarakat.

Akhirnya, mengisi kemerdekaan bagi pemuda hari ini bukan lagi soal mengangkat senjata atau berdebat tentang ideologi besar seperti era dahulu. Tantangannya justru lebih halus: bertahan di tengah kemajuan teknologi, menjaga identitas nasional di era global, menggunakan suara untuk perubahan yang konstruktif, sekaligus memastikan bahwa simbol-simbol bangsa tetap hidup dalam perilaku mereka.

Dan dari apa yang tampak hari ini, pemuda Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa mereka siap memikul peran itu. Dengan cara mereka melalui kritik, aksi sosial, kreativitas, dan keberanian bersuara generasi muda membuktikan bahwa kemerdekaan bukan hanya warisan, tetapi juga amanah yang terus mereka hidupkan.

Citizen Report: Juriasari                             

Editor: Humas UKM Pramuka UNM


Selengkapnya...

Thursday, 27 November 2025

Cegah Sejarah Pupus, Mahasiswa Pramuka UNM Jelajahi Benteng Somba Opu

Makassar, 8 November 2025−Rangkaian program “Jelajah Wisata Budaya” yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas Negeri Makassar (UNM) berlanjut ke destinasi keduanya, Benteng Somba Opu. Setelah sebelumnya mengunjungi Benteng Rotterdam, perjalanan menempuh perjalanan sekitar 25 menit untuk menelusuri situs bersejarah yang menjadi saksi kejayaan Kesultanan Gowa-Tallo ini.

Sesampainya di lokasi, suasana yang luas dan terbuka langsung menyuguhkan nuansa historis yang berbeda. Ruang lapang yang dihiasi pepohonan rindang dan sisa-sisa struktur pertahanan, memberikan gambaran jelas akan kegemilangan benteng ini sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan besar pada masanya.

Salah satu fokus utama kunjungan adalah Museum Karaeng Pattingalloang, sebuah bangunan berarsitektur dua lantai yang menyimpan koleksi berharga peninggalan Kesultanan Gowa. Di dalamnya, kami dapat menyaksikan langsung berbagai artefak, mulai dari rempah-rempah yang menjadi komoditas utama, hasil seni rupa, keramik kuno, sisa-sisa artefak perang, hingga mata uang bersejarah. Museum lantai kedua menyajikan informasi mendalam mengenai sejarah benteng, sosok Karaeng Pattingalloang sebagai intelektual ulung, serta perkembangan teknologi dan pengetahuan pada masa itu.

Lebih dari sekadar destinasi wisata sejarah, Benteng Somba Opu kini berfungsi sebagai pusat kebudayaan dan aktivitas masyarakat yang dinamis. Di kawasan ini berdiri berbagai rumah adat dari etnis di Sulawesi Selatan, seperti Bugis, Mandar, Kajang, dan Toraja. 

"Mari kita bangga bisa berada di sini. Di tempat ini, kita bisa menyaksikan keberagaman arsitektur Sulawesi Selatan dalam satu kawasan. Tanpa harus bepergian jauh ke setiap kabupaten, kita sudah bisa mengenal bentuk dan karakteristik rumah adat ini. Ini adalah representasi dari kekayaan budaya kita yang patut kita lestarikan," ujar seorang pendamping wisata kepada kami.

Selain untuk memperkenalkan kekayaan arsitektur tradisional, bangunan-bangunan ini juga seringkali digunakan sebagai pusat berbagai kegiatan, baik secara indoor maupun outdoor. Kini, rumah-rumah adat tersebut dapat disewa untuk berbagai keperluan masyarakat.

Untuk mendukung fungsinya sebagai pusat kegiatan, pengelola menyediakan sejumlah fasilitas yang dapat disewa oleh masyarakat umum dengan tarif sebagai berikut.

Baruga/Aula: Rp600.000,00 per hari

Rumah Adat Bugis: Rp200.000,00 per hari

Rumah Adat Kajang: Rp200.000,00 per hari

Rumah Adat Mandar: Rp300.000,00 per hari

Rumah Adat Toraja: Rp200.000,00 per hari

Melalui kunjungan ini, diharapkan kesadaran untuk melestarikan sejarah dapat tertanam lebih dalam pada generasi muda. Benteng Somba Opu mengajarkan bahwa identitas budaya dan nilai perjuangan adalah warisan hidup yang harus terus dipelihara agar menjadi kekuatan bagi generasi penerus bangsa.

Citizen Report: Wiska Putri Ayu

Editor: Humas UKM Pramuka UNM


Selengkapnya...

Kunjungi Museum Kota Makassar, UKM Pramuka UNM Temukan Jejak Sejarah Global di Negeri Kangguru

Makassar, 8 November 2025−Rangkaian program "Jelajah Wisata Budaya" oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas Negeri Makassar (UNM) melanjutkan ke destinasi ketiga, Museum Kota Makassar. Dalam kunjungan ini, para peserta tidak hanya menyaksikan perkembangan kota dari masa ke masa, tetapi juga dibuat terkagum oleh temuan sejarah yang menegaskan peran pelaut Makassar sebagai penjelajah Nusantara pertama yang mencapai benua Australia.

Setibanya di lokasi, bangunan museum yang pernah berfungsi sebagai Balai Kota pertama pada masa kolonial Belanda itu langsung menyambut kedatangan rombongan dengan suasana klasik dan nuansa sejarah yang kuat. Arsitektur bangunan yang terawat dengan baik memberikan kesan bahwa jejak masa lalu Kota Makassar masih terjaga dengan baik.

Di dalam museum, para peserta disuguhkan dengan berbagai koleksi di ruang pameran utama. Mulai dari arsip visual perkembangan kota, miniatur Benteng Somba Opu, hingga dokumentasi perjalanan Makassar sejak era kerajaan hingga menjadi kota modern. Setiap sudut ruangan bercerita tentang transformasi Makassar menjadi kota pelabuhan yang vital dan menjadi pusat pertemuan berbagai bangsa.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika kami diarahkan ke bioskop mini di lantai dua. Di sana, kami menyaksikan trailer film Marege yang menceritakan hubungan antara sejarah pelaut Makassar dengan suku Aborigin Yolngu di Australia Utara. Setelah usai pemutaran, pemandu wisata memberikan penjelasan. 

“Orang yang pertama kali menemukan benua Australia adalah orang Makassar. Film ini bercerita tentang itu, bagaimana hubungan budaya pada saat itu. Bahkan, penggunaan bahasa Makassar menjadi bahasa yang diserap oleh suku Aborigin. Ada sekitar 400 pemahaman bahasa Makassar yang menjadi bagian dari bahasa mereka,” jelasnya.

Penjelasan tersebut membuka wawasan baru bahwa hubungan Makassar dan Australia tidak hanya sekedar perdagangan teripang, tetapi telah membentuk jembatan persaudaraan budaya yang kuat selama berabad-abad. Fakta ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Makassar telah melakukan interaksi global jauh sebelum istilah “globalisasi” dikenal.

Selain menemukan sejarah global, peserta juga diajak mengenal sosok pemimpin lokal yang inspiratif melalui ruang peninggalan Wali Kota Makassar HM Dg. Patompo. Ruangan yang terjaga keasliannya, lengkap dengan meja kerja, peta kebijakan, dan pakaian dinas, memberikan gambaran akan seorang pemimpin yang sederhana, disiplin, dan melanggar tinggi bagi kemajuan kotanya.


Kunjungan ini menjadi penutup perjalanan budaya yang mendalam. Kami menyadari bahwa museum bukan sekedar gudang benda kuno, melainkan sebuah wadah yang menyimpan ingatan kolektif dan perjalanan identitas sebuah masyarakat. Memahami sejarah adalah langkah awal untuk menghargai jati diri dan meneruskan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh generasi sebelumnya.

Citizen Report: Wiska Putri Ayu
Editor: Humas UKM Pramuka UNM


Selengkapnya...