Monday 30 October 2023

Kegiatan Outdoor UKM Pramuka UNM: Membangun Persaudaraan dan Kekompakan


    Kakak-kakak calon anggota baru UKM Pramuka UNM baru saja menyelesaikan kegiatan outdoor di Bumi Perkemahan UKM Pramuka UNM di Dusun Bontojai, Desa Borisallo, Kec. Parangloe, Kab. Gowa.

    Kegiatan ini merupakan rangkaian PAB selanjutnya yang harus d ikuti calon anggota sebelum pengukuhan. Kegiatan Ini berlangsung selama tiga hari dimulai tanggal 27 hingga 29 Oktober 2023, diikuti  59 peserta yakni 28 putra dan 31 putri.Kegiatan outdoor ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa persaudaraan, tanggung jawab, dan gotong royong antara peserta dengan Pembina, kakak dewan, kakak purna, dan juga kakak anggota UKM Pramuka UNM. Kegiatan ini merupakan kegiatan wajib bagi calon anggota baru, karena melalui berkemah, diharapkan mereka dapat meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan, mengenal alam lebih baik, mendekatkan diri dengan teman, dan menemukan hal-hal baru yang dapat menambah pengetahuan.



  Kegiatan outdoor ini mencakup beberapa kegiatan, termasuk materi penjelajahan yang disampaikan oleh kakak hebat, kak Rifai & kak Hadyan. Materi ini sangat relevan dengan kegiatan yang akan dilakukan keesokan harinya, yaitu Hiking. Hiking adalah perjalanan kaki yang mengandung unsur permainan, romantika kehidupan, dan penjelajahan, yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam petualangan.

    Hiking dilakukan untuk melatih calon anggota baru dengan melewati beberapa pos guna mereview kembali materi-materi yang telah diperoleh selama kegiatan indoor. Mereka juga dibekali peta sebelum perjalanan dimulai dan diperiksa kesiapan fisik serta perlengkapan. Rute yang telah ditentukan harus dilalui dengan diiringi beberapa permainan yang diselenggarakan oleh kakak penjaga pos.



    Setelah hiking, pada malam harinya ada acara unggun api yang selalu ditunggu-tunggu oleh peserta perkemahan. Selain sebagai sumber kehangatan, acara ini mampu menimbulkan semangat dan kegembiraan bagi kakak yang hadir. Dalam acara ini, kakak-kakak calon anggota baru juga mempersembahkan pentas seni (PENSI), di mana mereka dapat menunjukkan bakat terbaik mereka. Dan sebagai penutup, kami juga mendapatkan persembahan lagu istimewa dari kakak Siti Nurkhodijah selaku Reka Kerja PAB 2023.

    Pada hari Ahad, yang merupakan hari terakhir kegiatan outdoor, dilakukan kegiatan outbound oleh calon anggota baru dan kakak anggota. Outbound ini bertujuan untuk meningkatkan kekompakan antar tim dan juga sebagai sumber hiburan. Hal ini sangat menyenangkan, dan wajar jika banyak yang merindukan perkemahan ini.

    Seperti yang diungkapkan oleh salah satu peserta bernama  Rahmat Anugrah dari Fakultas  Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan / Pendidikan Kepelatihan Olahraga angkatan 2023 “Setelah menjalani kegiatan  Outdoor kemarin, banyak hal hal baru yang saya dapatkan tentang pramuka apalagi soal pengkaderannya ,saya baru tahu atau kenal organisasi yang pengkaderannya bukan difisik tapi lebih ke mengasah pola pikir kita.Dan senior senior juga ramah semua jadi kita sebagai peserta  merasa sangat nyaman ,tidak ada tekanan selama kegiatan berlangsung” Tutur kak Rahmat.

    Sebagai penutup dari kegiatan ini, dilakukan Forum Group Discussion (FGD) yang didampingi langsung oleh kakak Pembina. Ini merupakan kesempatan bagi calon anggota baru untuk menyampaikan kesan, pesan, saran, atau kritik mengenai kegiatan ini.


    Kakak Siti Ashifa Nurul Qalby selaku KORLAP di kegiatan ini mengungkapkan kesannya terhadap keberhasilan kegiatan ini  “Di Outdoor ini Sangat berkesan kak, karena outdoor kali ini di ikuti banyak peserta dari putri maupun putra, antusias mereka menjadi semangat para panitia/reka kerja dalam melakukan giat kali ini. Saya pribadi berharap kak, semoga kakak kakak PAB kali ini tetap semangat berproses hingga di pengukuhan nanti”.

    Akhirnya, setelah kegiatan ini, kami kembali ke rutinitas yang menyibukkan, kembali ke dunia masing-masing. Namun, semoga kita masih diberikan kesempatan untuk berkumpul kembali dalam kegiatan dengan balutan Pramuka yang berbeda, namun tetap mempererat persaudaraan dan kebersamaan.

 

Penulis : Juriasari

Editor & Penerbit : Humas UKM Pramuka UNM


Selengkapnya...

Saturday 28 October 2023

UKM Pramuka UNM Memperingati Hari Sumpah Pemuda Pada Kegiatan PAB 2023



    Upacara Apel pagi kegiatan Outdoor Penerimaan Anggota Baru tahun 2023 Unit Kegiatan Mahasiswa Pramuka Universitas Negeri Makassar, juga sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-95. Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh calon anggota dan Reka Kerja PAB tahun 2023 pada hari Sabtu, 28 Oktober 2023.

    Outdoor merupakan salah satu rangkaian kegiatan Penerimaan Anggota Baru yang di laksanakan di Bumi Perkemahan UKM Pramuka UNM. Setiap paginya setelah senam bersama akan dilanjutkan dengan Upacara Apel, spesial tahun ini hari pertama Outdoor bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda.

      Suasana upacara yang menjadi pembeda dari upacara-upacara Apel Pagi yang seperti biasanya pada kegiatan Outdoor, Sumpah Pemuda begitu lantang di ikrarkan dengan tegas oleh Amalia Nurul Fatihah (calon anggota reka 3 putri) dan di ikuti oleh seluruh peserta upacara, setiap kalimat yang menggambarkan kecintaan kepada tanah air Indonesia untuk saling mengingat perjuangan para pemuda pada saat itu melawan para penjajah dalam memenangkan kemerdekaan dan UKM Pramuka UNM turut ikut memperingati sebagai bentuk penghormatan kepada para pemuda yang tak kenal lelah.

    Peristiwa majunya Gerakan Pramuka di Indonesia adalah Sumpah Pemuda, sejarah mencatat bahwa Gerakan Pramuka sangat berperan dalam upaya menyelenggarakan Kongres II pada 27-28 Oktober 1928. Pada saat itu seluruh pemuda dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul, dan di Bumi Perkemahan UKM Pramuka UNM pun berkumpul pemuda-pemudi dari berbagai etnis yang ada di Sulawesi Selatan bahkan ada yang dari luar Sulawesi Selatan.Tujuan peringatan tersebut tentunya agar  membangkitkan semangat juang dan kesadaran pemuda bahwa bangsa Indonesia itu adalah satu kesatuan yang utuh.

    Kata terakhir dari penulis " Untuk kita semua selamat Hari Sumpah Pemuda, semoga persatuan dan kesatuan NKRI selalu dapat kita jaga"



Penulis : Sitti Mutmadania

Editor & Penerbit : Humas UKM Pramuka UNM

Selengkapnya...

Monday 23 October 2023

Meriahnya Kegiatan Indoor Penerimaan Anggota Baru UKM Pramuka UNM Tahun 2023




    UKM Pramuka UNM kembali melaksanakan kegiatan Indoor sebagai rangkaian dari penerimaan anggota baru pada tanggal 21-22 Oktober 2033. Setelah dilaksanakan TM sehari sebelumnya, peserta melanjutkan kegiatan indoor selama dua hari yang diisi dengan materi-materi menarik serta pembekalan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu Outdoor.Antusiasme peserta dalam kegiatan ini sangat tinggi, setiap harinya dihadiri 56 peserta yang berasal dari jurasan dan fakultas yang berbeda-beda.



  Nurul Muhlyzah Indar, selaku panitia dan seksi acara kegiatan ini, mengungkapkan kesan positifnya terhadap keberhasilan kegiatan ini "3 K Keren Kompak Khidmat" Ucap kakak Nurul Muhlyzah.Selain itu,Chandra mahasiswa Dari jurusan Bahasa Inggris selaku Calon anggota Pramuka UNM menambahkan "Kegiatan Indoor yg telah saya ikuti full ,adalah kegiatan awal saya di UKM Pramuka UNM  ,sangat seru sekaligus senang karna mendapat beberapa teman baru dan teman lama yang akhirnya di satukan oleh organisasi kembali,sedikit menyayangkan beberapa anggota masih menyepelekan Waktu sehingga kegiatan indoor banyak yang membuang waktu karna keterlambatan beberapa peserta,But all the activities went smoothly and I was happy to be there."




    Kegiatan Indoor penerimaan anggota baru UKM Pramuka UNM berlangsung dari pukul 07.30 hingga 15.30 setiap harinya. Antusiasme para peserta yang tetap tinggi pada hari kedua, meski telah mengikuti kegiatan sepanjang hari pada hari pertama, menjadi bukti keberhasilan kegiatan ini. Siti Aliana dari jurusan PGSD  yang juga sebagai peserta indoor dan calon anggota UKM Pramuka UNM mengungkapkan “Dalam penyambutan calon UKM pramuka yang di lakukan panitia sangat baik karena mengarahkan dan ramah-ramah,selain itu pemateri yang luar biasa,banyak ilmu dari pemateri yang sangat bermanfaat untuk kedepanya  dan materi yang diberikan sangat menarik dan menambah wawasan secara luas".

    Kegiatan indoor penerimaan anggota baru UKM Pramuka UNM dapat dikatakan meriah dan menyenangkan. Para peserta menikmati setiap materi yang diberikan, serta berkesempatan untuk menjalin persahabatan baru dan mempertajam pengetahuan mereka tentang organisasi ini. Melalui kegiatan ini, diharapkan calon anggota baru UKM Pramuka UNM dapat semakin terinspirasi dan siap berperan aktif dalam menjalankan fungsi organisasi Pramuka di Perguruan tinggi.

 

 

Penulis: Juriasari

Editor & Penerbit : Humas UKM Pramuka UNM

Selengkapnya...

Tuesday 10 October 2023

BERBAGI PENGALAMAN MENUJU KEMERDEKAAN BERSAMA KETUA DEWAN KERJA DAERAH SULAWESI SELATAN

   


 Hari perayaan kemenangan negara tercinta (indonesia) merupakan hal yang paling kita tunggu-tunggu. Saat ini Indonesia telah berumjur 78  tahun, lahir dengan kebebasan perbudakan dari negara-negara penjajah, untuk. Kembali mengenang serta belajar menjadi pemuda yang tetap menjaga dan mempertahankan nilai-nilai serta budaya NKRI dan juga berperan aktif untuk mengisi kemerdekaan.

    Saya Sitti Mutmadania akan berbagi sedikit pengalaman mengikuti kegiatan kemerdekaan. Salah satu cara saya turut memeriahkan hari kemerdekaan dengan mengikuti berbagai kegiatan untuk membangun semangat nasionalisme, dan belajar menghargai perjuangan-perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Kegiatan yang tentunya dapat memberikan banyak manfaat bagi pemuda-pemuda khususnya kakak-kakak pramuka yaitu, kegiatan yang pernah dilaksakana oleh Dewan Kerja Cabang Makassar dimana  kakak-kakak hadir memberikan wadah untuk para pemuda-pemuda dalam mengisi kemerdakaan dengan melaksanakan kegiatan dengan tema “DIALOG KEBANGSAAN”, yang menjadi narasumber pada kegiatan saat itu yaitu ketua Dewan Kerja Daerah Kak Mursaha, S.E., M.E., dan juga dihadiri oleh kakak-kakak pramuka kota Makassar dan sekitarnya. Berlangsung pada hari Kamis, 3 Agustus 2023 bertempat di CafĂ© Etika Studio, Jl. Tamalate No. Kav, 8, Karunrung, Kec. Rappocini, Kota Makassar.

    Pada saat itu diskusi yang berjalan membahas tentang menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 peran pemuda tentunya beragam cara yang dilakukan, anak pramuka adalah pemuda yang memegang perananan penting dalam menyukseskan perayaan-perayaan kemerdekaan karena bulan Agustus juga bertepatan dengan bulan pramuka Indonesia. Tak hanya itu pramuka diciptakan untuk bisa memberikan manfaat besar dan demi melangsungkan ketahan negara tercinta. Pada kegiatan ini tentunya dibuat untuk kita saling bertukar pikiran dan bercerita Kembali tentang Sejarah kemerdekaan. Merefresh kembali pikiran tentang kerasnya perjuangan para pahlawan terdahulu, 78 tahun bukan waktu yang singkat untuk Indonesia sampai di titik ini dengan melahirkan banyak generasi berbakat pasti banyak tangan-tangan yang ikut serta didalamnya.

    Sesuai yang di katakan kak Mursaha bahwa “ pramuka diarahkan untuk ikut program TNI yaitu komcad, karena kita ketahui bahwa dari dulu kita diterpa kabar bahwa Indonesia akan perang atau semacamnya, nah kita betul-betul mengintruksikan semua lapisan Masyarakat itu bersiap-siap perang, sehingga TNI polri mengatakan bahwa pramuka itu dipersiapkan untuk Latihan militer “.



    Namun nyatanya tak sedikit banyak yang sudah merasa acuh tak acuh terhadapa pentingnnya rasa nasionalisme, tentunya menjadi tantangan besar untuk tetap saling merangkul dan tetap mempersatukan NKRI agar tidak terpecah oleh tangan-tangan yang hanya mementingkan diri sendiri ketimbang sosial. Dengan berkembangnnya zaman cara kita tentunya sudah harus berbeda dengan cara yang terdahulu. Memanfaatkan teknologi semestinya hal yang paling penting, menyebarluaskan berita positif dan bermanfaat tentang NKRI, memberikan kontribusi lebih dalam meningkatkan kualitas anak bangsa dengan mengajarkan IT, melaksanakan kegiatan yang menyangkut teknologi atau membuat konten kemerdekaan contohnya.

    Maka dari itu kita lahir sebagai penerus bangsa yang kreatif dalam mengisi kemerdekaan Negara kita tercinta, jika bukan kita siapa lagi. Jadilah pemuda yang kreatif, inovatif dan dapat menebar manfaat untuk sekitarnya.


Penulis :  Sitti Mutmadania

Editor & Penerbit : Humas UKM Pramuka UNM

Selengkapnya...

Monday 9 October 2023

PERJALANAN MENJADI PRAMUKA PANDEGA

 

    


    Pramuka Pandega adalah golongan sekaligus sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka setelah penegak  dan berusia antara 21 - 25 tahun. Pandega merupakan golongan peserta didik terakhir dalam Gerakan Pramuka setelah pramuka siaga (usia 7 - 10 tahun), pramuka penggalang (11 - 15 tahun), dan penegak (16 - 20 tahun). Dalam bahasa Inggris pandega biasa disebut sebagai Senior Rover. Istilah 'pandega' mempunyai arti 'pemuka' atau 'ahli'. Hal ini mengandung filosofi berdasarkan romantisme perjuangan bangsa Indonesia di mana setelah masa 'menegakkan' kemerdekaan Republik Indonesia dilanjutkan dengan masa 'memandegani' pelaksanaan pembangunan di negeri Indonesia.

    Dalam proses pencapaian pramuka pandega di Gugusdepan 08-095 & 08-096 Pangkalan Universitas Negeri Makassar, memiliki beberapa tahapan sehingga pramuka pandega yang lahir adalah pramuka yang bisa diandalkan. Tahapan pertama yang harus dilewati adalah bergabung dengan Gerakan Pramuka 08-095 & 08-096 Pangkalan Universitas Negeri Makassar. Setelah bergabung, proses yang saya lewati adalah mengikuti kegiatan kepramukaan minimal tiga kali dalam sebulan. Hal ini berkaitan dengan poin ke lima Syarat Kecakapan Umum bagian Pandega. Namun sebelum saya masuk ke dalam golongan racana, saya melewati proses pramuka penegak dari penegak bantara hingga penegak laksana dan menjadi pengurus Dewan Ambalan selama satu masa bakti.

    Setelah melewati golongan penegak, saya melakukan prosesi kenaikan tingkat atau pindah golongan dari ambalan penegak menuju racana pandega. Pindah golongan yang saya ikuti ini merupakan adat dari gugusdepan 08-095 & 08-096 Pangkalan Universitas Negeri Makassar apabila seseorang peserta didik akan berusia 21 tahun. Setelah melakukan prosesi pindah golongan, saya melakukan pengujian hinggan kurang lebih 10 kali pengujian untuk mencapai pramuka pandega. Pada proses pengujian ini, saya diperhadapkan oleh pemangku adat kepada pembina untuk menguji poin-poin Syarat Kecakapan Umum (SKU) golongan Pandega.

suasana proses penyelesaian SKU golongan pandega


   Seluruh poin telah terisi dan saya lalui dengan baik, tibalah kita menuju tahapan berikutnya yaitu sidang pandega. Sidang pandega ini merupakan suatu tempat untuk perenungan dan koreksi diri sebelum menjadi seorang pramuka pandega sesungguhnya. Pada sidang ini, pemangku adat memperhadapkan calon pandega kepada pembina dan dewan kehormatan untuk dievaluasi segala bentuk sifat dan sikapnya dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menjadi seseorang yang lebih baik lagi kedepannya. Setelah tahapan sidang pandega selesai, tahapan selanjutnya adalah menjalankan pantangan dan penugasan. Pada kegiatan pantangan ini, calon pandega dilatih agar meninggalkan hal-hal buruk dalam kehidupannya sehari-hari. Sedangkan penugasan adalah tugas-tugas yang diberikan untuk memperkaya ilmu dari calon pandega sebelum menuju pandega. Pantangan dan penugasan ini wajib untuk dilaksanakan dan menjadi salah satu syarat dalam pelantikan pramuka pandega.

    Setelah seluruh tahapan dapat dilewati, maka tibalah pada proses pelantikan pramuka pandega. Pelantikan ini merupakan suatu penghargaan kepada seseorang calon pandega yang telah menyelesaikan seluruh tahapan-tahapan dalam mencapai pandega. Sehingga dari proses-proses tersebut muncullah pramuka pandega yang berkualitas dan mampu menjadi contoh dalam kehidupan di keluarga maupun di masyarakat.

suasana proses pencapaian SKU golongan pandega melalui zoom


Penulis :  Shafira Ham Volina

Editor & Penerbit : Humas UKM Pramuka UNM

Selengkapnya...

Tuesday 3 October 2023

Mengenal Kepramukaan: Keterampilan Tali Temali yang Penting

 


Pramuka adalah sebuah gerakan pendidikan nonformal yang telah ada selama lebih dari seabad. Gerakan ini didirikan oleh Lord Robert Baden-Powell di Inggris pada awal abad ke-20 dan sejak itu telah menyebar ke seluruh dunia. Kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi pemimpin masa depan dan memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan anak-anak dan remaja.

Salah satu aspek yang sangat penting dalam kepramukaan adalah keterampilan tali temali. Kemampuan untuk mengikat dan menggunakan tali dengan baik adalah salah satu keterampilan dasar yang diajarkan kepada anggota pramuka. Tali temali memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan sehari-hari, dan dalam artikel ini, kita akan menjelajahi pentingnya keterampilan tali temali dalam kepramukaan.

Terinspirasi oleh penggunaan tali dalam konteks militer, Baden-Powell menyertakan pengajaran mengenai tali temali dalam pelatihan pramuka. Buku panduan utama pramuka, "Scouting for Boys," mencakup instruksi rinci tentang simpul-simpul dan aplikasi praktisnya. Seiring berjalannya waktu, keterampilan tali temali tetap menjadi inti dari pendidikan pramuka, dengan pramuka dari berbagai usia mempelajari berbagai simpul dan teknik yang tidak hanya berguna dalam kegiatan pramuka, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan tali temali bukan hanya sebuah aspek praktis, tetapi juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari identitas dan tradisi pramuka yang terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter pramuka di seluruh dunia.

Keterampilan tali temali telah menjadi bagian integral dari gerakan kepramukaan sejak awal pendiriannya. Lord Robert Baden-Powell, pendiri gerakan kepramukaan, memahami pentingnya keterampilan ini dalam kehidupan sehari-hari dan dalam situasi darurat. Ia melihatnya sebagai keterampilan yang tidak hanya praktis tetapi juga membantu dalam pengembangan karakter.


Mengapa Keterampilan Tali Temali Penting?

Survival Skills: Kemampuan mengikat tali dan membuat simpul adalah keterampilan dasar yang penting untuk bertahan di alam liar. Pramuka diajarkan bagaimana menggunakan tali untuk membangun tenda, memasang perangkap, atau mengikat barang-barang yang diperlukan dalam petualangan di alam terbuka.

Kemampuan Mendirikan Kemah: Pramuka belajar cara mendirikan kemah dengan aman dan kokoh menggunakan tali. Ini adalah keterampilan krusial saat mereka mengikuti perkemahan dan menjalani petualangan di luar ruangan.

Penting dalam Pertolongan Pertama: Tali dapat digunakan untuk membuat perban darurat atau mengikat gips sementara jika ada cedera. Ini adalah keterampilan pertolongan pertama yang penting yang bisa berguna dalam situasi darurat.

Keterampilan Konstruksi: Pramuka juga diajarkan cara membangun struktur sederhana, seperti jembatan tali atau rakit, dengan menggunakan tali temali. Ini mengembangkan kemampuan mereka dalam berpikir kreatif dan bekerja sama dalam tim.

Pendidikan Karakter: Selain aspek praktisnya, keterampilan tali temali juga mengajarkan nilai-nilai seperti kesabaran, ketelitian, dan keuletan. Pramuka harus fokus dan teliti ketika mereka mengikat simpul agar tali tetap kuat dan aman.

Ada banyak jenis simpul yang diajarkan dalam kepramukaan, termasuk simpul dasar seperti simpul bundar (round knot), simpul datar (square knot), simpul ganda (double knot), simpul pangkal, simpul jangkar dan simpul tali (bowline knot). Selain itu, pramuka juga belajar simpul yang lebih spesifik seperti simpul gesper (buckle knot) atau simpul mati (clove hitch) yang memiliki aplikasi khusus.

Keterampilan tali temali memerlukan latihan teratur. Pramuka harus mengulang-ulang keterampilan ini agar mereka dapat melakukan simpul dengan cepat dan tepat dalam situasi yang memerlukan. Oleh karena itu, latihan rutin adalah bagian penting dari pendidikan kepramukaan.

Keterampilan tali temali adalah salah satu aspek yang paling ikonik dari kepramukaan. Selain aspek praktisnya, keterampilan ini juga membantu dalam pengembangan karakter dan kemandirian. Dengan menguasai keterampilan ini, anggota pramuka siap menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat memberikan kontribusi positif pada masyarakat. Oleh karena itu, keterampilan tali temali harus terus diajarkan dan dipraktikkan dalam gerakan kepramukaan.

Penulis :  Hadyan Ramadhani

Editor & Penerbit : Humas UKM Pramuka UNM


Selengkapnya...

Bina Diri: Proses Pencapaian Syarat Kecakapan Umum Pramuka Penegak Pandega

 

suasana proses bina diri

        Dalam perjalanan saya dalam pencapaian syarat kecakapan umum pramuka penegak pandega, konsep bina diri memainkan peran sentral. Proses ini menurut saya bukan hanya tentang menguasai keterampilan praktis yang diperlukan, tetapi juga merupakan perjalanan pribadi yang melibatkan pengembangan karakter dan pertumbuhan diri.

Proses bina diri saya bukan hanya dimulai dari bina diri untuk mencapai TKU Pandega tetapi dimulai dari saya resmi menjadi anggota UKM Pramuka UNM. Pada tahun 2021 tepatnya pada hari Jumat, 2 Juli saya dikukuhkan menjadi bagian dari keluarga besar UKM Pramuka UNM. Dan pada saat itulah proses bina diri saya dimulai, kurang lebih 6 bulan saya berproses untuk mencapai Pramuka Penegak Laksana di Ambalan dan tepat dihari ulang tahun saya, 13 Desember tahun 2022 saya dilantik menjadi Pramuka Penegak Laksana dan ini menjadi kado terindah saya diumur 21 tahun saya.

Perjalanan saya dalam mencapai TKU Pandega dimulai setelah saya dipindah golongkan dari satuan Ambalan ke satuan Racana yang dimana proses tersebut berlangsung tepat pada 10 Januari 2023. Dan pada saat itu jugalah proses bina diri saya untuk mencapai Pramuka Penegak Pandega dimulai. Saya menjalani proses bina diri kurang lebih 10 bulan, dimulai dari pengujian SKU yang tentunya melewati banyak tantangan dan penuh dengan suka cita. Namun, semuanya terasa bermakna karena saya melewati semuanya bersama kakak-kakak yang lain yang juga terus bersemangat untuk mencapai Pramuka Penegak Pandega. Hal yang paling berkesan selama proses bina diri saya adalah sidang calon pandega yang memiliki banyak cerita.



Bina diri dalam konteks kepramukaan adalah tentang belajar, tumbuh, dan menjadi individu yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan berwawasan luas. Ini mencakup pengembangan keterampilan fisik seperti mengikat simpul, mendirikan tenda, dan memasak di alam terbuka, tetapi juga melibatkan pemahaman nilai-nilai pramuka seperti kejujuran, kepedulian, dan keberanian.

Saya juga selalu memaknai proses bina diri yang mencakup pengembangan kemandirian, di mana saya diajarkan untuk inisiatif, merencanakan kegiatan, dan menjadi pemimpin dalam berbagai konteks. Ini adalah langkah penting dalam membentuk karakter yang kuat dan tangguh. Selain itu, saya juga diajarkan cara bekerja dalam tim dan mengembangkan keterampilan kepemimpinan, yang merupakan aspek integral dalam mencapai syarat kecakapan umum.

Melalui proses bina diri, saya diuji dalam berbagai tantangan dan situasi yang memungkinkan saya tumbuh secara pribadi. Saya belajar mengatasi ketakutan, mengembangkan rasa percaya diri, dan menjadi individu yang siap menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan. Dengan demikian, bina diri menurut saya adalah pondasi yang kuat untuk mencapai syarat kecakapan umum pramuka penegak pandega, dan proses ini bukan hanya tentang menguasai keterampilan, tetapi juga tentang menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri.



Penulis :  Hadyan Ramadhani

Editor & Penerbit : Humas UKM Pramuka UNM



Selengkapnya...