Fire Rescue LATSARNAS IX: Peserta Belajar Tanggap Kebakaran Bersama Damkar Kota Makassar
Makassar, 28 September 2026 Kemampuan menghadapi situasi darurat menjadi salah satu bekal penting dalam kegiatan LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026. Melalui sesi Fire Rescue, sebanyak 57 peserta LATSARNAS IX mendapatkan pengalaman langsung mengenai penanganan awal kebakaran, penggunaan alat pemadam, hingga pengenalan perlengkapan yang digunakan dalam proses penyelamatan bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar.
Kegiatan berlangsung pada Senin (28/9), mulai pukul 15.45 WITA hingga selesai, bertempat di halaman area Pascasarjana UNM. Sesi ini menghadirkan lima personel Damkar Kota Makassar, yaitu Ismail Abdullah, S.STP., selaku Kepala Bidang Penyelamatan; Idham Khalid Ardiyanto, S.P., selaku Kepala Seksi Pengendali Operasi, Penyelamatan, Evakuasi Kebakaran dan Non Kebakaran; M. Hidayatullah, selaku Operator Layanan Operasional; Irham Intje, selaku Pemadam Kebakaran Pemula; serta Firdaus, selaku Pemadam Kebakaran Pemula.
Mengenal Fire Rescue dan Penanganan Kebakaran
Fire rescue merupakan bagian dari kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat akibat kebakaran. Dalam praktiknya, penanganan kebakaran tidak hanya berkaitan dengan memadamkan api, tetapi juga membutuhkan kemampuan untuk mengenali kondisi, menggunakan perlengkapan yang tepat, menjaga keselamatan diri, serta memahami tindakan penyelamatan yang dapat dilakukan sesuai situasi.
Pemahaman tersebut diperkenalkan kepada peserta melalui pembelajaran yang bersifat praktik. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan dari personel Damkar, tetapi juga melihat secara langsung penggunaan peralatan yang digunakan dalam menghadapi kondisi kebakaran.
Salah satu materi utama dalam sesi Fire Rescue adalah pengenalan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Personel Damkar menjelaskan fungsi APAR serta cara penggunaannya dengan benar. Setelah mendapatkan arahan, peserta kemudian diberikan kesempatan untuk mempraktikkan pemadaman api secara langsung.
Api terlebih dahulu dinyalakan sebagai media simulasi. Peserta kemudian mencoba menggunakan APAR untuk memadamkan api dengan tetap mendapatkan arahan dan pengawasan dari personel Damkar. Praktik ini memberikan gambaran kepada peserta mengenai pentingnya ketepatan tindakan ketika menghadapi kebakaran pada tahap awal.
Mengenal Perlengkapan Penyelamatan Kebakaran
Setelah praktik APAR, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan berbagai perlengkapan yang digunakan petugas Damkar dalam menjalankan tugas penyelamatan. Salah satunya adalah pakaian pelindung yang digunakan dalam kondisi kebakaran dengan paparan asap yang tebal.
Peserta diperkenalkan dengan fungsi perlengkapan tersebut sebelum diberikan kesempatan untuk mencoba mengenakannya. Penggunaan perlengkapan dilakukan di bawah pengawasan langsung personel Damkar sehingga peserta dapat memahami bagaimana perlengkapan keselamatan digunakan dalam situasi kebakaran.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran Fire Rescue. Kondisi kebakaran memiliki risiko yang berbeda-beda sehingga penanganannya membutuhkan kesiapan, perlindungan diri, pemahaman terhadap peralatan, serta tindakan yang terarah.
Belajar Sigap, Bukan Sekadar Berani
Melalui sesi Fire Rescue, peserta LATSARNAS IX diajak memahami bahwa menghadapi kebakaran tidak cukup hanya dengan keberanian. Setiap tindakan membutuhkan pengetahuan mengenai kondisi yang dihadapi, penggunaan alat yang sesuai, serta perhatian terhadap keselamatan diri dan orang lain.
Hal tersebut sejalan dengan peran fire rescue yang menempatkan kemampuan penanganan keadaan darurat dan penyelamatan sebagai bagian penting dalam menghadapi kebakaran. Dalam panduan penyelenggaraan pencarian dan pertolongan Basarnas, penanganan kondisi kebakaran juga melibatkan penggunaan peralatan pemadam tertentu serta mengutamakan keselamatan dalam pelaksanaan operasi. Damkar menjadi salah satu unsur yang memiliki fungsi dalam fire fighting, fire prevention, dan fire investigation.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara berbagai unsur dalam penanganan keadaan darurat. Pengetahuan yang diberikan oleh personel Damkar menjadi pengalaman lapangan bagi peserta untuk memahami bahwa proses penyelamatan membutuhkan kesiapan personel, perlengkapan yang tepat, dan koordinasi yang baik.
Selain peserta, sejumlah panitia turut mendukung pelaksanaan kegiatan. Divisi Pubdok bertanggung jawab dalam mendokumentasikan rangkaian kegiatan, Divisi Kegiatan Umum/Acara turut memastikan konsep kegiatan berjalan sesuai dengan rancangan, sedangkan Divisi Perlengkapan mempersiapkan berbagai kebutuhan yang digunakan selama pelaksanaan Fire Rescue.
Melalui kegiatan ini, peserta LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026 memperoleh pengalaman langsung dalam mengenal penanganan kebakaran, mempraktikkan penggunaan APAR, serta memahami fungsi perlengkapan penyelamatan. Pembelajaran tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk lebih sigap dan siap menghadapi kondisi darurat, khususnya yang berkaitan dengan kebakaran.
Sesi Fire Rescue kemudian ditutup setelah seluruh rangkaian materi, demonstrasi, dan praktik bersama personel Damkar Kota Makassar selesai dilaksanakan.
Citizen : Zulfiqriyah Tul Muaeni
Editor : UKM Pramuka UNM
0 comments