Monday, 28 September 2026

Peserta LATSARNAS PERTI IX 2026 Belajar Penanganan Luka melalui Praktik PPGD

Peserta LATSARNAS PERTI IX 2026 Belajar Penanganan Luka melalui Praktik PPGD

Makassar Setelah mengikuti pembukaan LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026, para peserta melanjutkan rangkaian kegiatan dengan materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) pada Senin, 28 September 2026. Kegiatan berlangsung di Ballroom Lantai 2, Gedung D Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM).

PPGD menjadi salah satu rangkaian penting dalam LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026 karena memberikan pemahaman dasar kepada peserta mengenai langkah awal dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya ketika terjadi luka dalam kecelakaan atau kejadian di jalan.

Materi mengenai cara menangani berbagai jenis luka disampaikan oleh Kakak Buniyaman, St., Dalam penyampaiannya, peserta terlebih dahulu diberikan penjelasan mengenai jenis-jenis luka serta langkah yang tepat dalam memberikan pertolongan pertama.

Kegiatan ini juga tetap didampingi oleh beberapa Pembina Racana dan Ambalan Ranggong Dg. Romo dan Opu Dg. Risadju, Pembantu Pembina Ambalan, serta Narasumber Ahli Racana Ranggong Dg. Romo dan Opu Dg. Risadju. Pendampingan tersebut dilakukan selama proses pembelajaran dan praktik untuk membantu memastikan peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan baik.

Kak Buniyaman tidak hanya menjelaskan materi secara teori, tetapi juga memperagakan secara langsung tahapan penanganan luka. Demonstrasi tersebut menjadi contoh awal sebelum peserta mencoba mempraktikkannya secara mandiri.



Setelah mendapatkan penjelasan dan demonstrasi, peserta kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan sejumlah kasus atau kondisi luka yang harus ditangani sesuai dengan materi yang telah dipelajari.

Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan langkah penanganan secara tepat. Kak Buniyaman turut mengamati proses praktik masing-masing kelompok dan memberikan evaluasi terhadap cara peserta menangani kasus yang diberikan.


Berbagai jenis luka dan situasi penanganannya diperkenalkan dalam sesi tersebut. Peserta diberikan kesempatan untuk mencoba, berdiskusi, serta memperbaiki langkah yang masih kurang tepat berdasarkan evaluasi yang diberikan.

Antusiasme terlihat sepanjang proses pembelajaran. Peserta aktif mengikuti demonstrasi, mencoba setiap tahapan penanganan, serta menunjukkan rasa ingin tahu terhadap berbagai kondisi luka yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari maupun situasi kegawatdaruratan.

Bagi Kak Buniyaman, pemahaman mengenai pertolongan pertama tidak hanya penting bagi tenaga kesehatan, tetapi juga perlu dimiliki masyarakat umum agar dapat memberikan penanganan awal ketika terjadi kondisi darurat. 

“Pembelajaran seperti ini harus dipahami oleh orang-orang awam, terutama cara menangani luka, supaya kita tahu bagaimana memberikan penanganan pertama terhadap luka.”

Melalui materi PPGD, LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026 tidak hanya memberikan pengalaman kegiatan kepada para peserta, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi darurat. 


Kombinasi antara pemaparan materi, demonstrasi, praktik kelompok, dan evaluasi membuat pembelajaran berlangsung secara aktif. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk lebih siap memberikan pertolongan pertama secara tepat ketika menghadapi kejadian yang membutuhkan penanganan awal.




Citizen : Zulfiqriyah Tul Muaeni

Editor : Humas UKM Pramuka UNM

Load disqus comments

0 comments