Tuesday, 29 September 2026

SAAT KETINGGIAN JADI TANTANGAN: SERUNYA PELATIHAN VERTICAL RESCUE LATSARNAS PERTI KE-IX

  SAAT KETINGGIAN JADI TANTANGAN: SERUNYA PELATIHAN VERTICAL RESCUE LATSARNAS PERTI KE-IX

Makassar, Selasa, 29 September 2026, Ketinggian menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan kesiapan, ketelitian, dan keterampilan dalam kegiatan penyelamatan. Hal tersebut menjadi bagian dari pengalaman peserta Latihan SAR dan Rescue Nasional (Latsarnas) Perti Ke-IX melalui giat Vertical Rescue yang dilaksanakan di Kantor Basarnas Provinsi Sulawesi Selatan, Jl. Poros Bandara Baru, Baji Mangngai, Makassar, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Vertical Rescue merupakan salah satu giat SAR dalam rangkaian Latsarnas Perti Ke-IX yang memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan dasar penyelamatan pada medan vertikal. Sebanyak 51 peserta mengikuti kegiatan yang dimulai dengan persiapan, pengarahan keselamatan, pengenalan perlengkapan, hingga praktik langsung di lapangan.

Kegiatan diawali dengan kedatangan dan persiapan peserta. Sebelum praktik dimulai, peserta terlebih dahulu mendapatkan pengarahan mengenai keselamatan serta tahapan pelaksanaan Vertical Rescue. Dalam sesi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya ketelitian, kedisiplinan, komunikasi, dan kerja sama tim karena keselamatan menjadi aspek utama dalam setiap tahapan latihan.

Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan berbagai perlengkapan keselamatan yang digunakan dalam Vertical Rescue, seperti helm, kacamata keselamatan, sarung tangan, body harness, seat harness, sepatu keselamatan, dan pakaian keselamatan. Selain mengenal fungsi setiap perlengkapan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai penggunaan dan pemeriksaan alat sebelum digunakan.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan teknik simpul yang digunakan dalam kegiatan SAR, di antaranya simpul pangkal, simpul kambing, serta beberapa jenis simpul lainnya. Setelah mendapatkan penjelasan, peserta langsung mempraktikkan pembuatan simpul dengan didampingi oleh instruktur.

Setelah memahami materi dasar dan mempersiapkan perlengkapan keselamatan, peserta kemudian diarahkan untuk mengikuti praktik Vertical Rescue di lapangan. Pada tahap ini, peserta mulai menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh, mulai dari penggunaan perlengkapan, pengelolaan tali, penerapan simpul, hingga teknik dasar penyelamatan pada medan vertikal.

Praktik tersebut didampingi oleh tujuh instruktur, yaitu Lukman, Andi Herdiansyah, Alamsyah, Muhammad Fitrah Anugrah, Dirham Syarif, Muh. Farid Nur, dan Muh. Danial. Para instruktur memberikan arahan dan pendampingan selama proses latihan, sehingga peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan memperhatikan prosedur keselamatan.

Suasana latihan berlangsung dengan antusias. Peserta tidak hanya dituntut untuk memahami teknik secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung melalui kerja sama tim. Komunikasi, ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab menjadi bagian penting yang terus dilatih selama praktik berlangsung.

Melalui giat Vertical Rescue ini, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam mengenal dan menggunakan perlengkapan keselamatan, mempraktikkan teknik dasar tali dan simpul, serta memahami penerapan penyelamatan pada medan vertikal. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Latsarnas Perti Ke-IX untuk membangun kesiapan, keterampilan, dan kerja sama peserta dalam menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan kemampuan SAR.

Dengan semangat dan antusiasme peserta selama mengikuti seluruh tahapan, giat Vertical Rescue Latsarnas Perti Ke-IX berlangsung hingga praktik lapangan selesai dilaksanakan.



Citizen : Muh Rifki Ramadan

Editor : UKM Pramuka UNM

Load disqus comments

0 comments