Malam Pangngada’kang LATSARNAS PERTI IX 2026, Satukan Persaudaraan Pramuka dalam Balutan Budaya Makassar
Makassar — Rangkaian LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026 menghadirkan Malam Pangngada’kang pada Minggu malam, 27 September 2026. Berlangsung mulai pukul 20.00 WITA hingga selesai di Area Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM), malam kebersamaan ini mempertemukan perwakilan dari 14 perguruan tinggi, bersama kakak-kakak pembina, purna, dan tamu undangan.
Mengenakan pakaian batik, para peserta mengikuti malam tersebut dengan nuansa budaya dan kekeluargaan yang kental. Malam Pangngada’kang menjadi salah satu momentum untuk mengenalkan nilai tata krama dan budaya Makassar kepada para peserta dari berbagai daerah.
Acara diawali dengan Tari Pangngada’kang yang dikoordinasikan oleh Kak Andi Saskia. Dalam budaya Makassar, pangngada’kang berkaitan dengan norma, tata krama, serta sikap yang menjunjung tinggi rasa saling menghormati dan menghargai sesama. Pesan tentang kesopanan, kerendahan hati, dan kepatuhan terhadap nilai adat disampaikan melalui gerak tari.
Setelah penampilan tersebut, MC membuka acara dengan menyapa tamu undangan dan seluruh hadirin. Sambutan pertama disampaikan oleh Kak Musdar Asman, S.Pd., M.Pd., selaku Narasumber Ahli Racana Ranggong Dg. Romo.
Selanjutnya, Kak Andi Baetal Mukaddas, S.Pd., M.Pd., selaku Narasumber Ahli Racana Ranggong Dg. Romo sekaligus mewakili Pimpinan Universitas Negeri Makassar, menyampaikan sambutan dan membuka secara resmi Malam Pangngada’kang.
Pertunjukan kemudian berlanjut dengan Tari Pepe’-Pepe’ka ri Makka, kesenian tradisional Makassar yang mengisahkan Nabi Ibrahim AS ketika dibakar oleh Raja Namrud. Atas kehendak Allah SWT, api tidak membakar Nabi Ibrahim AS.
Tarian yang berkembang seiring penyebaran Islam di Sulawesi Selatan, khususnya Gowa dan Makassar, dahulu digunakan sebagai media dakwah dan bagian dari ritual. Kini, Pepe’-Pepe’ka ri Makka juga tampil sebagai pertunjukan budaya dan hiburan. Atraksi api yang menjadi ciri khasnya semakin menarik perhatian hadirin, sekaligus membawa pesan tentang keteguhan iman dan kebesaran Allah SWT.
Semarak malam semakin terasa saat MC mengajak seluruh hadirin mengikuti Tes Jargon LATSARNAS IX. Dengan penuh energi, mereka meneriakkan jargon bersama:
Teriakan tersebut menggema di Area Pascasarjana UNM dan menjadi salah satu momen yang memperlihatkan kekompakan lintas perguruan tinggi.
Menjelang akhir acara, MC menyampaikan pantun:
Seluruh prosesi kemudian ditutup dengan ajakan mengucapkan hamdalah sebagai bentuk syukur atas terlaksananya Malam Pangngada’kang.
Meski acara resmi telah berakhir, kebersamaan masih berlanjut melalui seru-seruan, makan bersama, dan sesi foto. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh pihak untuk saling mengenal lebih dekat setelah menjalani berbagai agenda LATSARNAS.
Di balik terlaksananya malam tersebut, terdapat kerja sama berbagai unsur reka kerja, mulai dari ketua dan wakil ketua, sekretaris, bendahara, penanggung jawab umum, korlap, westelive, seksi kegiatan, administrasi, sarana dan prasarana, konsumsi, dana dan sponsor, kesehatan dan keamanan, hingga publikasi dan dokumentasi.
Malam Pangngada’kang menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Makassar sekaligus mempererat persaudaraan Pramuka Perguruan Tinggi. Perpaduan seni tradisional, nilai adat, semangat kepramukaan, dan kebersamaan menjadikan malam itu sebagai salah satu pengalaman berkesan dalam pelaksanaan LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026.
Citizen : Zulfiqriyah Tul Muaeni
Editor : Humas UKM Pramuka UNM
0 comments